Cari Blog Ini

Kamis, 20 Mei 2010

Menjaga Kerukunan Umat Islam "prilaku sebagian kelompok Islam"

.
Perbedaan pandangan dan faham adalah hal yang biasa dalam kehidupan bermasyarakat. Tetapi akan menjadi luar biasa ketika faham harus di paksakan. Sudah menjadi tabiat manusia yang selalu mencari dan terus mencari untuk memenuhi kenyamanan hatinya. Dan apakah yang mempunyai faham berbeda dengan yang lain akan diam, marah atau bahkan memerangi mereka ?.

Indonesia dengan penduduk muslim terbesar di dunia tentunya memiliki bermacam keyakinan, yang terdiri dari berbagai kelompok organisasi dan masing-masing mempunyai faham tersendiri. Tetapi semua masih dalam lingkup ajaran Islam yaitu Allah SWT sebagai Tuhan yang Esa dan Nabi Muhammad SAW sebagai Rosulnya serta Al-Qur’an dan Al-Hadist sebagai pedoman utamanya.

Perpecahan dalam suatu kaum sudah terjadi sejak jaman jahiliyah bahkan nabi sendiri sudah mengingatkan kepada umatnya untuk selalu berpegang teguh kepada Islam sebagai agama pamungkas di jagad ini. Tentunya sesuai pedoman yang benar dalam hadits yang di riwayatkan oleh Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Al-Azzuri, Hakim, Ahmad, Abu Ya’la, Ibnu Abi Asim. Dari Sahabat Abu Hurairah r.a Rosul bersabda :

“Yahudi telah berpecah menjadi 71 golongan, dan Nasrani telah berpecah menjadi 72 golongan, dan akan berpecah umatku menjadi 73 golongan.”

Dan Tirmidzi berkata hadits ini HASAN SHAHIH. Hakim berkata SOHIHUN ala Shahih Muslim dan disetujui oleh Ad-Dzahabi.

Dari Sahabat Auf Bin Malik r.a : “Yahudi berpecah menjadi 71 golongan, 1 masuk sorga dan 70 masuk neraka. Dan Nasrani berpecah menjadi 72 golongan, 71 masuk neraka dan 1 masuk sorga, Dan demi yang diri Muhammad ada ditangan-Nya, sesungguhnya umatku sungguh-sungguh akan berpecah menjadi 73 golongan, 1 di sorga dan 72 di neraka; kemudian sahabat bertanya: ‘Ya Rasulullah, siapa mereka yang selalu satu itu yang masuk dalam surga (Wahidatun Fil Jannah)?, dijawab oleh Nabi SAW, yaitu ‘Al-Jama’ah‘” (Ibnu Majah, Ibnu Abi Asim dalam As-Sunnah, Imam Al-Laalikai)

Dari hadits tersebut sangat jelas bahwa dalam suatu umat akan terjadi pengelompokan yang mempunyai faham yang sangat berbeda dan semua mengaku yang paling benar, yang jadi masalah ketika kelompok tersebut memaksakan kehendaknya terhadap kelompok lain bahkan berusaha menjegal, disinilah akan timbul konflik dan perpecahan.

Islam merupakan konsep ajaran agama yang mementingkan manusia sebagai tujuan sentral dengan mendasarkan pada konsep tauhidullah yang diarahkan untuk menciptakan kemaslahatan kehidupan dan peradaban umat manusia. Prinsip humanisme inilah yang akan ditranformasikan sebagai nilai yang dihayati dan dilaksanakan dalam kehidupan masyarakat sebagai budaya. Dari sistem prinsip humanisme inilah muncul kepercayaan yang terbentuk antara nilai agama sebagai sumber utama pedoman hidup dengan tata nilai budaya.

Mengapa Saling Fitnah ?

Seakan menjadi hal yang lumrah dalam sejarah Islam, peristiwa-peristiwa memilukan juga turut mewarnai perjalanan Islam. Beragam, peristiwa atau lebih tepatnya fitnah ini tak khayal menjadi "sisi kelam" yang akan terus terjadi pada umat Islam sepanjang masa. Terlebih lagi, berbagai peristiwa yang seharusnya diambil hikmahnya malah disikapi dan dimaknai secara menyimpang oleh sebagaian umat (kelompok) Islam.

Lebih tragis dan ironis lagi, ketika peristiwa yang didahului oleh aksi demonstrasi anarkis yang mengatasnamakan laskar Islam dengan embel-embel memurnikan Islam dan menganggap kelompok lain sebagai Islam sesat, kemudian ada yang menjadikannya sebagai dalil untuk membenarkan aksi-aksi demonstrasi dengan dalih "amar ma'ruf nahi munkar". Ketidaktepatan dalam memahami dan menjalankan ajaran Islam ini, akan menghasilkan perpecahan dalam tubuh islam sendiri. Islam bukan lagi dimaknai secara proporsional namun justru terkekang oleh kepentingan kelompok, yang mengedepankan egoisme.

Agar perbedaan dalam memahami setiap ajaran islam tidak meruncing, maka dibutuhkan ilmu yang cukup dan rasa kearifan. Setiap alur peristiwa semestinya didukung riwayat yang sahih sehingga bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hawa nafsu pribadi atau kelompok sudah seharusnya tunduk di hadapan dalil-dalil syariat. Bukan malah memutar-mutar ajaran Islam, bahkan berusaha menghilangkan penggalaan syariat-syariat ajaran Islam demi kepentingan kelompoknya. Atau menjungkir balikan fakta ajaran Islam yang justru akan melemahkan Islam itu sendiri.

Kalau terus seperti ini bagaimana Islam akan menjadi agama yang beryoni dan disegani?, karena ajaranya yang selalu memberikan kedamaian dan ketentraman buat seluruh umat manusia dinodai oleh sekelompok orang yang selalu menempatkan egonya paling depan. Memprovokasi kemarahan ummat Islam tentu kita perlu tegas bersuara bahwa fitnah yang disebarkan dengan cara yang sangat melukai umat Islam adalah cara yang biadab.

Sikap menjaga ukhuwah dengan sesama muslim dan tidak bertikai hanya urusan yang sepele memang sudah bagian dari kewajiban kita semua. Bukan suatu hal yang terlalu aneh atau istimewa. Kita semua insya Allah sepakat untuk hal yang satu ini. Karena memang perintah Allah sangat jelas. Bukannya kita tidak boleh berbeda pendapat, tapi seharusnya perbedaan pendapat itu tidak boleh sampai melahirkan sikap saling menjelekkan atau tindakan lain yang merusak kemesraan sesama muslim.

Janganlah kita sibuk dengan aktifitas kita di berbagai majelis ta’lim dan forum diskusi Islam sementara kita sendiri menyebar kebencian terhadap kelompok lain yang sedikit beda faham padahal Allah SWT telah melarang hal itu dalam firmannya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِّن قَوْمٍ عَسَى أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاء مِّن نِّسَاء عَسَى أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah segolongan orang laki-laki merendahkan golongan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula segolongan perempuan merendahkan golongan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.
Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.


Sikap merendahkan kelompok lain sesama muslim adalah sikap yang jelas-jelas diharamkan Allah SWT dengan firman-Nya. Mana mungkin kita boleh bersikap demikian? Dan mana boleh kita berdiam diri menyaksikan ayat-ayat Allah SWT yang suci ini dijadikan bahan permainan?

Tentu kita wajib untuk saling mengingatkan saudara muslim dengan cara yang paling arif, sebab prilaku saling merendahkan inipun sebenarnya bagian dari kemungkaran yang harus dihilangkan dari setiap diri umat muslim. Allah SWT juga melarang pada hambanya untuk saling menuduh dan memberi gelar atau panggilan yang buruk kepada sesama umat Islam.

Sikap Saling Menghargai

Nilai moral yang diajarkan Islam untuk umat manusia sangat mulia. Tetapi nila-nilai moral itu sering diabaikan begitu saja. Hanya karena dibakar kedengkian seseorang tega memfitnah orang lain, sehingga terjadi pertengkaran dan boleh jadi diakhiri dengan penganiayaan. Kadang hanya karena ambisi egonya sekelompok golangan tertentu rela mengorbankan keimanannya untuk meyingkirkan kelompok lain yang dianggap berbeda faham.Taktik busuk menebarkan fitnah untuk kepentingan pribadi atau golongan ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Orang Islam harus berlaku waspada. Waspada untuk tidak berbuat fitnah dan waspada dalam menghadapi fitnah fihak lain.

Mengapa kita mengharuskan semua manusia hanya punya satu pendapat saja? Mengapa kita mengingkari sejarah Islam yang telah melahirkan begitu banyak mazhab? Baik dalam dunia fiqih, ilmu qiraat, ilmu hadits dan semua cabang ilmu lainnya. Mengapa juga kita ingin memaksakan manusia di dunia ini untuk berpegang pada satu pendapat saja? Padahal nash-nash syariah yang kita punya memang memberi peluang kemungkinan perbedaan pendapat?. Mengapa kita terlalu mudah memaki saudara kita yang kebetulan fatwanya tidak sama dengan fatwa yang kita pegang?. Bagaimana mungkin kita melakukan semua itu, sementara kita bukanlah nabi yang makshum dan terpelihara dari kesalahan dan dosa?

Hidup di dunia ini hanya sebentar, sedang kehidupan akheratlah yang kekal. Jangan sampai karena kesalahan yang sepele, yang mestinya kita dapat menghindari, akhirnya menyebabkan kita masuk ke dalam siksa neraka selamanya. Untuk itu mari kita sama-sama kendalikan lidah kita supaya tidak menebarkan fitnah dan supaya tidak saling membantu dalam menebarkan fitnah. Rasulullah SAW memperingatkan: Inna aktsara khathaya ibni adama fi lisanihi (Sesungguhnya kebanyakan dosa anak Adam berada pada lidahnya) (HR Bukhari-Muslim). Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita semua untuk mengendalikan lidah kita demi keselamatan kita dunia akherat. Amin….

Semoga Allah SWT meluluhkan hati kita untuk dapat saling mencintai di bawah naungan kecintaan kepada-Nya. Semoga Allah SWT meluaskan hati kita untuk dapat menerima perbedaan pendapat dalam masalah khilafiyah, namun bukan untuk menjadi lawan, melainkan menjadi saudara seiman. Amien Ya Rabbal ‘Alamin

Rabu, 12 Mei 2010

Atas Nama Islam

.
Sobat sekarang banyak kita jumpai berbagai peristiwa yang mengatasnamakan islam seperti pengeboman penyebar ketakutan, konfoi berkopiah di jalanan yang menimbulkan kemacetan lalulintas, belum lagi organisasi keislaman yang punya hobi swiping dan masih banyak lagi.

Semua itu sah-sah aja asal di lakukan dengan santun tidak menimbulakan keresahan orang lain disekitarnya. Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim tidak bisa di hindari akan munculnya seperti itu karena merupakan wujud ekspresi salah satu kelompok tertentu, dari berbagai macam peristiwa dan tindakan terhadap kaum muslimin di berbagai muka bumi ini.

Sebetulnya Islam adalah agama yang santun yang mengajarkan umatnya untuk bisa menghormati kelompok lain. Kekerasan bukanlah wajah asli Islam ataupun agama lain, ia hanyalah ‘sisi buram’ kesalahan umat beragama dalam memahami ajaran agamanya secara dangkal. Di sisi lain, sejarah membuktikan bahwa kekerasan yang terjadi dengan mengatasnamakan agama kerapkali terjadi hanya untuk menutupi motif lain (kepentingan dan kehormatan diri, keunggulan ekonomi, ketakutan dan naluri berkuasa) di luar agama.

Akhir-akhir ini dengan perkembangan zaman, di Indonesia banyak muncul sekelompok kecil islam yang menafsirkan Islam secara tekstual, literal dan bahkan melampaui batas ortodok. Inilah yang sering disebut sebagai kelompok fundamentalistik, yang berupaya melakukan perubahan keadaan yang di anggap menyimpang dan tidak sesuai ajaran islam mereka rela mengacungkan pedang ataupun kekerasan bersenjata.

Di lain pihak ada golongan Islam yang mendefinisikan agamanya dengan sangat longgar dan cenderung meninggalkan aturan-aturan islam. Kelompok ini sering disebut muslim liberal yang mereduksi transendensi agama atas nama kebebasan. Karakter dan akar historis dari kedua model Islam itu banyak ditemukan dalam perjalanan sejarah hidup kebangsaan dan berkenegaraan Indonesia.

Namun, di antara kecenderungan ekstrim itu, masih ada kelompok mayoritas yang selalu mengedepankan pemahaman keagamaan yang moderat, yang menyandingkan kesalehan ritual dengan kesalehan sosial, keyakinan beragama dengan toleransi terhadap berbagai bentuk keragaman keyakinan dan budaya.

Banyaknya kejadian pengeboman sebagai aksi teror yang dilakukan segelintir orang dengan mengatasnamakan agama. ‘Jihad’ itulah kata sakral yang selalu didengungkan, tentu saja dengan penafsiran yang sedikit di simpangkan. Kita harus ingat bahwa Islam yang ajarannya bersumber utama dari Quran dan Hadis pasti benar, tak ada yang salah-termasuk ajaran tentang jihad. Namun banyak penafsiran ajaran itulah yang bisa salah.

Kemudian mengapa banyak umat Islam banyak bertingkah seperti “preman” yang beranggapan bahwa di luar mereka itu salah yang sebenarnya mereka sendiri juga tidak benar. Citra keras dan teroris yang menempel dalam islam adalah merupakan imbas dari perlakuan dunia terhadap kelompok kaum muslin. Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi di luar Indonesia banyak mencul penindasan tehadap kaum muslimin. Dunia diam dengan kejadian tersebut kaum Islam di jadikan kelinci percobaan berbagai macam senjata sebagai sasaran tembak dan masih banyak bentuk lain pelakuan buruk terhadap islam. Mereka bebas menghina islam dari mulai betuk seni “karikartun, tari, film“ hingga ke forum diskusi.

Apakah salah bila akan memunculkan kelompok-kelompok islam yang garang yang siap melibas kaum kafir yang identik memusuih islam. Agama yang sesungguhnya memiliki arti sangat ideal sebagai perekat, tali persaudaraan, faktor ketenteraman kehidupan, ternyata berbalik menjadi alat legitimasi perilaku yang menakutkan, mencemaskan (anarkis).

Kita tidak bisa menyalahkan kepada kelompok siapa pun; yang terpenting adalah bagaimana umat Islam mampu melakukan introspeksi diri dengan cara pembenahan cara beragama (keberagamaan) sehingga tercipta ketenangan, ketenteraman kehidupan sosial. Artinya, bagaimana umat Islam mampu menjalankan ajaran agama secara utuh dan komprehensif agar agama bisa menjadi kontribusi dalam proses pembangunan, akhirnya terwujud tampilan (profil) para pemeluk agama yang santun , damai, serta harmonis (tidak anarkis).

Islam telah mengajarkan bahwa ada dua sumber untuk menemukan kebenaran, yaitu dengan jalan melihat ayat-ayat Al-Qur’an yang merupakan sumber utama dan hadist nabi Muhammad SAW sebagai pelengkap atau penyempurna. Keberhasilan sebuah tindakan ditentukan oleh sejauh mana umat beragama mampu menangkap kebenaran di dalam kedua sumber tersebut sebagai pedoman hidup di dunia, serta sejauh mana tingkat keseimbangan dalam memahami kebenaran islam secara utuh.

Kamis, 06 Mei 2010

Berkedok Jilbab

.
Sobat kemajuan teknologi benar-benar membuat kita pusing, bukan karena manfaatnya yang baik buat kehidupan manusia dan peradabanya tetapi kemajuan teknologi tersebut di salah gunakan. Anda pernah melihat atau mungkin sering menjumpai tatkala kita di depan komputer sedang asik mencari artikel tanpa tidak sengaja akan muncul gambar tubuh molek dengan pose menantang, yang anehnya pose wanita tersebut mengenakan kerudung atau jilbab.

Bahkan banyak tempat kita jumpai berbagai macam CD film porno dengan mengekspos wanita berjilbab. Kemajuan teknologi tersebut tersaji juga pada perangkat telepon seluler di tandai munculnya gambar-gambar porno berjilbab yang dengan mudah di dapat melalui pesan berantai lewat handpon, bahkan di kantor instansi pemerintah/swasta para karyawannya tidak sedikit yang mengoleksi film-film tersebut tersimpan rapi di komputer yang pada saat jam istirahat sebagai hiburan selingan. Bahkan wanita berpose telanjang dengan memakai jilbab muncul di berbagai situs dan website hingga yang sedang tenar di jejaring sosial seperti facebook.

Bukan menjadi rahasia lagi jilbab adalah merupakan busana muslimin yang dalam ajaran Islam sangat di wajibkan memakainya. Tetapi kenapa banyak kita jumpai jilbab di salah gunakan untuk memfitnah atau menyudutkan umat islam yang jelas-jelas sangat bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri, apakah mereka tidak tahu atau memang sengaja mengeksposnya.

Islam sebagai agama yang bersifat universal dalam arti mempunyai aturan-aturan yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dimana di dalamnya terdapat aturan/hukum-hukum yang mengatur masalah pakaian baik itu bagi laki-laki maupun perempuan, yang pada intinya pakaian itu baik bagi laki-laki maupun bagi perempuan digunakan sebagai penutup aurat sebagaimana disebutkan di dalam Al Qur'an. Firman Allah :

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian untuk menutupi 'auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al A'raaf (7) : 26-27)

Ayat tersebut merupakan gambaran bahwa betapa pentingnya Jilbab bagi kaum muslimin. Kenapa hal-hal seperti itu di tampilkan. Seandainya yang memasang foto tersebut seorang Islam jelas keimanan mereka sangat dangkal dan tidak punya rasa tanggung jawab terhadap kemurnian agamanya, jangan beralasan bahwa tampilan tersebut hanya untuk kesenangan, iseng, hobi atau maksud lain, tetapi akibatanya sungguh sangat memalukan dan melukai umat Muslim. Bila yang menampilkan dari golongan orang kafir, non muslim apa maksud dan tujuannya?. Berarti mereka menabuh genderang perang.

Tentu saja kita sebagai umat muslim terasa amat terganggu, Islam yang mengajarkan budi luhur sopan santun terhadap umatnya begitu saja di lecehkan oleh orang-orang yang dengki ataupun orang yang munafik. Islam adalah agama damai, agama penuh toleransi, agama yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta menentang pengrusakan atau pembunuhan, baik dilakukan secara massif atau terhadap individu.

Ada lima hak asasi manusia yang sangat dihormati dan dipelihara oleh agama Islam, yaitu Agama, Nyawa, Harta, Nasab dan Kehormatan. Siapun yang melakukan pelecehan dan tindak kejahatan terhadap kelima hak asasi manusia tersebut tidak bisa diterima, dan Islam memberikan hukuman yang sangat berat terhadap pelakunya. Allah swt. berfirman:

“Barang siapa membunuh seorang manusia bukan karena orang itu membunuh orang lain (bukan karena qishash), atau bukan karena membuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan ia membunuh manusia seluruhnya; dan barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan ia telah memelihara kehidupan manusia seluruhnya.” Al-Maidah: 32

Islam melarang menggunakan segala cara untuk meraih tujuan. Dalam suasana kecamuk perang sekalipun, Islam memberikan rambu-rambu dan etika berperang: tidak boleh membunuh orang yang telah menyerah, tidak boleh membunuh wanita, orang tua, anak kecil, tidak boleh merusak tanaman, atau tempat ibadah. Tawanan perang dalam Islam juga dijaga dan diperlakukan secara manusiawi.

Oleh karena itu, setiap tindak kekerasan, pembunuhan atau pemboman, maka tindakan itu tidak bisa ditolelir, tidak bisa diterima, siapapun pelakunya, apapun agamanya. Dan Islam berlepas diri dari tindakan tersebut.

Seorang wanita yang mengaku dirinya beriman kepada Allah dimana keimanannya itu diyakini dalam hati, diikrarkan dengan lisan dan diwujudkan dengan perbuatan sehari-hari. Dan pengamalan dari keimanan ini adalah dengan menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Mengenakan jilbab bagi seorang wanita adalah merupakan suatu perintah dari Allah SWT dimana hukumnya adalah wajib yang bila dikerjakan berpahala dan bila ditinggalkan berdosa. Hal ini didasarkan atas perintah Allah dalam surat surat An Nuur ayat 31

"Dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita"

Jadi amatlah disayangkan apabila kita menjumpai foto-foto bugil berjilbab hanya untuk kepentingan-kepentingan tertentu saja seperti meghina, memfitnah kaum Islam. Bagi yang merasa Islam hentikan memajang atau mengedarkan foto-foto atau film-film yang merusak citra Agamamu sendiri. Jangan jadikan agamamu sebagai bahan tertawaan dan olok-olok kaum kafir, perkuat keimanan jangan mudah tergoda ke perbuatan yang melanggar aturan agamamu seperti maksiat zina karena sesungguhnya perbuatan tersebut amatlah tercela di mata Alloh. Karena sesungguhnya mereka orang kafir sebenarnya menginginkan wanita berjilbab itu terlihat bugil, telanjang atau menjadi pelacur sungguh fitnah yang luar biasa sempurna.

Sabtu, 24 April 2010

Hobi Pamer Tubuh

.
Wanita di ciptakan dengan tabiat cinta berhias, berdandan dan indah dalam berpakaian dan lain sebagainya. Tetapi semua itu tidak menyimpang dengan aturan norma susila dan kesopanan terlebih lagi menyimpang norma Agama, karena Islam mengatur semua itu sesuai porsi tertentu dipergunakan pada tempatnya serta pada situasi tertentu

Kenyataan banyak kita jumpai di kehidupan masyarakat adalah lebih banyak wanita yang menghamburkan uang demi kepentingan dirinya terutama pakaianya, perhiasanya, alat-alat kecantikan, rambut dan hiasan-hiasan remeh da berlebihan yang seharusnya tidak perlu. Padahal semuanya tidak akan menambah kecantikannya yang ada adalah seperti badut jalanan jika tetap dilakukan tentu sangat bertentangan dengan aturan Islam itu sendiri.

Memang di jaman yang serba moderen dengan kemajuan teknologi yang melesat hebat banyak mempengarui gaya hidup manusia. Ditandai dengan kehidupan remaja yang bebas, para wanita bangga mempertontonkan bentuk tubuh, dengan pakaian super ketat dan minim nyaris telanjang. Kita bisa melihat di berbagai pertunjukan baik di televisi maupun pentas seni mereka meliuk-liuk mengundang birahi. Gaya para penyanyi, saat tampil, penampilan mereka sangat vulgar dan tidak menghormati etika kesopanan. Sebagian besar dari penyanyi wanita, menyuguhkan hiburan murahan dengan gaya yang seronok, vulgar, sensual dan tentunya membuka aurat. Pamer tubuh bahkan menujukan bagian yang seharusnya di jaga dengan baik malah di gerak-geraka persis seperti gaya binatang dan ini sulit bisa dihentikan, karena setan selalu menggoda. ''Yang bisa dilakukan hanyalah memberikan tekanan moral setiap saat. Sehingga, hal-hal yang mengoyah iman itu bisa dikurangi “

Sangat disayangkan, fungsi pakaian sudah banyak berubah. Pakaian sudah tidak lagi memenuhi fungsi sebagai kulit kedua tubuh manusia. Ia kini lebih berperan sebagai penghias dan aksesoris tubuh manusia. Bahkan pakaian dianggap tidak perlu lagi dan tidak jarang, banyak wanita yang bangga berperilaku menyerupai kera atau sapi, tidak berpakaian alias telanjang (misal: di film, website, atau tabloid). Mereka menganggap bahwa pakaian ketat nan seksi identik dengan modern. Tentu pemikiran tersebut salah besar.

Dan masih banyak lagi kita jumpai para remaja baik wanita maupun pria yang hobby mempertontonkan bagian tubuhnya yan nyaris tanpa busana. Kalau kita yang suka buka internet banyak kita jumpai website maupun jejaring sosial yang menyuguhkan tubuh-tubuh tersebut kepada orang lain. Allah SWT telah memperingatkan kita :

“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumur (Ind: jilbab)nya ke dadanya…’” (Annur:31)

“Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mrip ekor sapi untk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Hadis ini menjelaskan tentang ancaman bagi wanita-wanita yang membuka dan memamerkan auratnya. Yaitu siksaan api neraka. Ini menunjukkan bahwa pamer aurat dan “buka-bukaan” adalah dosa besar. Sebab perbuatan-perbuatan yang dilaknat oleh ALLOH SWT atau Rasul-Nya dan yang diancam dengan sangsi duniawi (qishas, rajam, potong tangan dll) atau azab neraka adalah dosa besar.

Jika para wanita (yang suka pamer tubuh) itu sedikit merenung dan berpikir ilmiah, tentu mereka seharusnya segera meninggalkan kebiasaan tersebut (mengumbar Aurat). Namun jika mereka tetap berkeyakinan bahwa mengumbar auroat adalah modis, trend, dan modern, maka otak mereka telah terkena penyakit akut yang bernama kebodohan. Tentu akal yang sehat hanya akan melakukan hal-hal yang bermanfaat dan meninggalkan yang berbahaya bagi dirinya.

Aurat berasal dari bahasa arab, "Aurah" yang berarti keaiban. Maka aurat dapat diartikan sebagai bagian tubuh seseorang yang wajib di tutupi dari pandangan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

“ Seorang pria tidak boleh melihat aurat pria lain, dan begitu pula wanita tidak boleh melihat aurat wanita lain. Dan tidak boleh seorang pria bercampur dengan pria lain dalam satu pakaian" (HR Muslim, Ahmad, Abu Daud, Tirmidhi)

Aurat pada dasarnya sesuatu yang malu bila dilihat. Menurut pandangan Islam aurat adalah sesuatu yang haram ditampakkan. Aurat bisa memancing nafsu birahi. Aurat sering digunakan setan sebagai alat untuk memalingkan bani Adam dari kebenaran. Karena dahsyatnya daya tarik aurat, tak jarang seseorang mendewakannya dan tak jarang seseorang hancur kariernya karena aurat. Bila aurat bebas terbuka dan berjalan ke mana-mana, maka tungguhlah munculnya malapetaka hidup. Perempuan itu aurat, seluruh tubuh perempuan mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki mempunyai daya tarik, gerak-gerik perempun sering menjadi santapan nafsu hewani karena saking menariknya. Bila perempuan sedikit saja menampakkan auratnya, maka hati-hatilah setan berada di sekililingnya. Besarnya daya tarik perempuan tak jarang laki-laki tergoda yang pada akhirnya akan menimbulakan bencana pada diri perempuan tersebut.

Sebagai wanita muslim, hendaklah benar-benar merasa berkewajiban untuk menjaga
dirinya agar tetap terhormat dan mempunyai rasa perlu memelihara tubuhnya dalam arti tidak membiasakan bagian tubuhnya yang terhormat itu terbuka bagi orang lain. Untuk itu diperlukan tutup yang namanya pakaian yang sesuai dengan selera kewanitaan dan bukan pakaian yang menutup tapi makin menampakkan sesuatu yang sebaiknya tidak nampak.

“Wanita-wanita yang berpakaian telanjang yang beraksi, kepalanya seperti punuk unta yang bergoyang, mereka tidak masuk surga dan tidak mendapatkan bau (surga)" (HR Muslim dari Abu Hurairah).

Kepada semua wanita muslimah yang suka memamerkan auratnya, bergaul bebas dengan para lelaki, dan berpacaran, hendaknya mereka mengetahui bahwa perbuatan mereka itu merupakan jalan-jalan menuju zina. Di dalam sebuah hadits, Rasulullah shallattahu alaihi wasallam bersabda ;

"Kedua tangan berzina dan zinanya adalah meraba, kedua kaki berzina dan zinanya adalah melangkah, dan mulut berzina dan zinanya adalah mencium." (HR. Muslim dan Abu Dawud)

Wanita muslimah dilarang ber-tabarruj (bersolek) ala jahiliyyah. Di dalamnya termasuk pula larangan untuk mengenakan pakaian yang mencolok atau menarik perhatian dengan tujuan memamerkan diri. Rasulullah Saw bersabda
"Barangsiapa berpakaian untuk berbangga-bangga (atau memamerkan diri), maka di Hari Akhir Allah akan memakaikan kepadanya pakaian kehinaan, kemudian membakarnya bersama-sama". Riwayat yang lain: "Siapa yang memakai pakaian mencolok, maka Allah akan memalingkan pandanganNya dari orang tersebut hingga ia menanggalkannya".

Setiap wanita diwajibkan menutup seluruh tubuhnya (kecuali muka dan telapak tangan) dari pandangan laki-laki bukan muhrim. Mereka tidak dilarang menampakkan zinat (perhiasan) nya kepada beberapa golongan laki-laki dan wanita, sebagai tersebut dalam QS 24:31.

Maka kita sebagai manusia yang terlahir punya kelebihan di banding dengan mahkluk ciptahan Tuhan yang lainnya sudah sepantasnya memperlihatkan prilaku yang lebih unggul. Setiap manusia di dunia ini sudah mempunyai norma atau aturan dimanapun mereka berada, kalau aturan tersebut ditaati insaAllah tidak ada prilaku manusia yang menyerupai binatang. Dan bersyukurlah manusia yang bisa memegang teguh aturan tersebut, apalagi ditambah dengan mentaati aturan Allah SWT sebagai penguasa jagad dan Nabi Muhamad SAW sebagai Rosul yang di utus untuk menyempunakan hidup kita.


ini contoh gambar yang lagi mempertontonkan anggota tubuhnya

Kamis, 15 April 2010

Pacaran dan Selingkuh

Masa remaja adalah masa yang indah masa dimana puncak keceriaan sedang melambung. Apalagi di jaman sekarang yang sistim informasi begitu cepat seolah dunia sangat kecil, segala informasi dengan mudah di dapat. Tidak terkecuali cara pergaulan antar remaja juga melaju cepat bak roket menembus langit. Kalau jaman dulu antara wanita dan pria begitu teguh memegang aturan norma sosial, kalau sekarang jangan harap itu akan berlaku.

Baik muda maupun yang udah usia lanjut yang namanya jatuh cinta terasa dunia milik mereka berdua, tidak peduli orang bilang apa. Batas norma sudah tidak berlaku lagi apalagi ajaran Agama sudah terlupakan. Betapa hebatnya kekuatan cinta, banyak orang-orang besar hancur akibat skandal-skandal seperti itu.

“tidak seorang lelaki bersepi-sepian (berduaan) dengan seseorang perempuan melainkan setan yang ketiganya” (HR Tirmidzi)

Pacaran

Pacaran secara normal adalah hubungan pertemenan antar dua orang yang berlainan jenis yang melebihi ambang batas pertemanan, bahkan condong ke arah hubungan intim. Biasanya pacaran akan melegalkan perbuatan-perbuatan yang menyimpang aturan Agama, bahkan terkadang muncul prinsip kalau tidak berhungan badan itu kurang seru dan ketinggalan jaman.

Namanya juga puber dan memang fitrahnya seneng sama lawan jenis, yang namanya cinta selalu jadi atribut mengasyikkan bagi kehidupan remaja. Saat diri sendiri merasa nggak dipahami orang lain, yang namanya lawan jenis selalu menjadi tempat asyik untuk curhat. Jadilah sepasang lain jenis berpacaran.Bukannya asyik, pacaran malah full ancaman.

Allah Ta’ala memerintahkan menahan pandangan dari lawan jenis, sedang orang berpacaran malah saling pandang. Belum masalah sentuh-menyentuh, Kalau menyentuh sudah dianggap hal biasa, bagimana tidak meningkat ke yang lebih ngeri? Missal melakukan zina kalau sudah seperti itu alangkah ruginya karena perbuatan zina adalah salah satu dosa besar yang tidak terampuni oleh Allah. Nabi sendiri sudah mengingatkan :

”Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thobroni)

Akibat zina (perasaan) cinta ini, maka banyak muncul perilaku yang telah dihasut syetan, malah menjadi kebanggaan tersendiri dalam masyarakat. Perilaku ikhtilah dan khalwat (berdua-duaan) menjadi hal yang lumrah. Perilaku ini dalam masyarakat dinamakan pacaran. Masalah cinta yang manusiawi menjadi tameng dan melunakan para wanita. Padahal, cinta’nya para pria, tentu saja lebih dari sekedar cinta yang diinginkan para wanita yang berpacaran

Munculnya budaya pacaran yang sesungguhnya bukan pacaran melainkan perzinaan. Jika pacaran yang disebutkan awalnya untuk saling mengenal, berubah menjadi ajang pelampiasan nafsu bagi masing-masing insan manusia yang tentunya sudah digoda syetan. Hal ini yang membuat pacaran tidak murni lagi. Islam, tidak menganjurkan pacaran, melainkan ta'aruf yang dapat menjaga izzah (nilai) masing-masing insan manusia hingga terjaga dari godaan syetan, mulai dari taraf perkenalan hingga di ijab qabul dalam pernikahan. InsyaAllah terlepas dari godaan syetan yang maha dahsyat itu. Rosul sudah memperingatkan buat para kaum remaja :

"Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).

Selingkuh

Tidak jauh berbeda dengan pacaran selingkuh adalah perbuatan yang menyimpang ajaran agama. Karena lebih condong ke arah maksiat. Secara awam pengertian selingkuh adalah hubungan intim antara pria dan wanita tanpa ada ikatan perkawinan dan biasanya di lakukan oleh orang yang sudah beristri atau bersuami. Rumput tetangga lebih hijau di banding rumput sendiri itu kira-kira istilah untuk menggabarkan orang yang hobi selingkuh

Banyak yang melatar belakangi munculnya perbuatan tersebut diantarnya karena ingin mencari suasana baru karena bosan dengan pasanganya, pengaruh pergaulan atau memang dasar orang tersebut yang keimanan kurang dan pengetahuan soal agama sangat minim. Bahkan tanpa malu-malu selingkuh di lakukan di tempat kerja dengan sesama rekan kerja atau terang-terangan mereka meghadirkan teman selingkuhanya datang ke tempat kerja. Sepertinya urat malu sudah putus.!.

Karena kadang tidak bisa dihindari orang selingkuh dekat dengan perbuatan maksiat terutama perbuatan zina. Berzina dengan wanita yang bersuami lebih besar dosanya daripada dengan wanita yang tidak bersuami kerana adanya unsur perbuatan zalim (terhadap suami wanita), sama saja dengan menyalakan api permusuhan dan merusak keutuhan rumah tangganya.

"Janganlah seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnya…”(HR Bukhori dan Muslim)

ZINA merupakan kejahatan yang sangat besar yang memberi kesan amat buruk kepada penzina itu sendiri, khususnya dan kepada seluruh umatnya. Di zaman sekarang di mana banyaknya saluran dan media yang berusaha menyeret kearah perbuatan keji ini, maka amat perlu untuk setiap orang mengetahui bahaya dan akibat buruk yang timbul dari dosa zina. Kita semua hendaklah lebih berhati-hati dan berwaspada agar tidak terjerumus

Ketika hawa nafsu mengajak kepada hal yang jelas dilarang barangkali masalah menjadi jelas. Yang lebih rumit adalah ketika hawa nafsu mengajak kepada hal yang samar, disini dua persoalan merajut satu sama lain sehingga memperumit tantangan. Yang lebih rumit lagi adalah ketika hawa nafsu mendapatkan pembenaran yang palsu. Itu jangan sampai terjadi pada kita maka pertebal keimanan.

Nikmat atau Maksiat

ياايهاالناس اناخلقنكم من ذكروانثى وجعلنكم سعوبا وقبا ئل لتعا رفواان اكرمكم
عندالله اتقكم ان الله عليكم خبير

“Hai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki sdan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal menngenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamua. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" (Al-Hujurat 13)


Ketika control diri sudah hilang, maka tidak ada lagi nilai norma-norma agama yang selama ini di bangun dengan susah payah. Dan mungkin inilah yang dinamakan kiamat. Ketika hukum alam dunia sudah tidak bisa dikendalikan sehingga merusak lapisan sendi kehidupan manusia dan gaya gravitasi persaudaraan sudah lenyap maka apa yang terjadi ? syetanlah yang berkuasa..

Sekali lagi, bukan karena kita sok suci atau sok pinter, tetapi setidaknya kita sadar akan ketidaksucian kita sehingga dapat bangkit untuk mempertahankan norma-norma hukum Agama. Yang kita ingat adalah bagaimana akhir perjalanan hidup kita masihkan ada kelanjutanya atau sampai disini saja ?.

Dalam dunia remaja telah dikenalkan adanya hokum Coloumb dan medan cinta yang membuat mereka sering salah tingkah ketika bertemu dengan lawan jenis. Antara pria dan wanita terkena hukum yang sama. Ketika ada sinyal muatan yang berbeda dengan jarak yang relative maka akan terjadi gaya saling menarik dan di masing-masing muatan akan terjadi medan cinta. Subhanallah, hukum alam seperti ini bisa dilogika dengan perhitungan matematis.

Keajaiban yg dapat diterima oleh akal manusia membuat kita sadar akan keesaan Alloh SWT. Kemudin apakah kita sudah meluangkan waktu sedikit untuk berfikir dan memanfaatkan akan ciptaan Alloh? Bukannya kita bersyukur, malah kita merusaknya. Semoga Alloh SWT mengampuni dosa kita dan memberi hidayah agar kita berterima kasih kepada-Nya.

Kamis, 01 April 2010

Bangga Berbuat Maksiat Zina

Hari itu sabtu sekitar pukul setengah sepuluh pagi sebelum saya masuk ke ruang kuliah nongkrong dulu di taman halaman belakang kampus dan saling tegur sesama yang lain dengan di selingi canda’an yang agak sedikit hinaan, tiba-tiba temanku berucap “Hai semalem ku pulang jam 3 pagi habis jalan-jalan sama temen cewe yang kemarin ku critain makanya ku sedikit ngantuk”. “Mang jalan kemana?” tanyaku. Dengan lancar dan semangat dia bercerita aku pergi mulai sekitar pukul 16.00 WIB sampai tengah malam sekitar pukul 01.00 WIB. “Terus?” tanyaku lagi. Sambil menunjukan alat pengaman (kondom) merek terkenal di negeri ini. “Aku semalam sekitar jam satu ke daerah pantai, sesampainya disana biasalah gituan anak muda sama dia, dia yang mancing-mancing, aku laki-laki siapa yang tidak mau”. Dari raut wajahnya ada rasa kebanggaan seolah dapat rejeki yang luar biasa besarnya.

Di jaman sekarang bukan menjadi hal aneh bila perbuatan yang melanggar aturan Agama menjadi suatu kebanggan tersendiri. Dari mulai obrolan di tempat mewah seperti restourant hingga warung pinggir jalan, apalagi sarana pendukung sangat tersedia dimanapun ada, bagi yang pas-pasan bisa mencari perempuan yang mangkal di pinggir jalan, mereka para perempuan menawarkan dirinya hanya untuk mendapatkan sesuatu yang sedikit, tapi akibatnya luar biasa dalam urusan Agama tapi besar keuntungannya kalau mereka mengukur secara keduniawian.

Sebetulnya mereka sadar bahwa perbuatan demikian sangat tidak baik dan mempunyai resiko tinggi, Agama manapun akan melaknatnya manusia memahami dan punya kemampuan untuk membedakan yang baik dan buruk dan selanjutnya mengamalkannya. Pengertian tentang baik buruk tidak dilalui oleh pengalaman akan tetapi telah ada sejak pertama kali "ruh" ditiupkan. Allah SWT bersabda :

Demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya (QS. 91: 7-8)

Pikiran menjadi sehat dan punya keseimbangan kembali bila seseorang mau menerima kembali segala aturan-aturan yang telah tertulis secara ihklas. Semua itu terjadi tidak dengan mengatur alasan atau bantahan yang akan memberatkan dirinya sendiri, melainkan dengan Nur (cahaya) yang dipancarkan Allah SWT ke dalam hatinya, tinggal kita bisa mengolah atau tidak. Allah juga telah memperingatkan tentang buruknya perbuatan zina dengan firman-Nya:

“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan merupakan jalan yang buruk.” (Qur’an surat al-Isra: 32).

Sebenarnya setiap orang memiliki peluang yang sama untuk berbuat zina dengan siapa saja, kapan saja, dimana saja, asalkan mau melakukannya. Yang hebat tentu dia yang tidak mau melakukan zina, padahal kesempatan itu sangat terbuka baginya. Jadi janganlah bangga bagi yang punya hobi zina, karena tak ada hebatnya, karena itu juga bukan prestasi. Sebab banyak orang yang memiliki kesempatan luas untuk berzina, tapi tidak mau untuk melalukannya. Kalau demikian, apa hebatnya perbuatan zina itu?. Tapi ada juga, orang yang menganggapnya sebagai prestasi yang luar biasa, dan menjadikan suatu kebanggaan karena dia merasa berhasil “menaklukkan” pasangan perempuanya untuk diajaknya berbuat zina.

Akibat Maksiat Zina

Maksiat akan menghalangi diri kita untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Ilmu adalah cahaya yang dipancarkan ke dalam hati. Tapi, kemaksiatan dapat menghalangi dan memadamkan cahaya itu. Dan juga maksiat akan menghalangi Rezeki. Jika ketakwaan adalah penyebab datangnya rezeki, maka meninggalkan ketakwaan berarti menimbulkan kefakiran. Rasulullah SAW. pernah bersabda, “Seorang hamba dicegah dari rezeki akibat dosa yang diperbuatnya.” (HR. Ahmad)

Karena itu, kita harus meyakini bahwa takwa adalah penyebab yang akan mendatangkan rezeki dan memudahkan rezeki kita. Jika saat ini kita merasakan betapa sulitnya mendapatkan rezeki Allah, maka tinggalkan kemaksiatan! Jangan kita penuhi jiwa kita dengan debu-debu maksiat.

Selain itu maksiat juga membuat kita punya jarak dengan Allah. Kita akan merasa terkucilkan baik rejeki maupun kehidupanya, di bayangan kita akan timbul rasa dosa yang luar biasa hebatnya. Diriwayatkan ada seorang laki-laki yang mengeluh kepada seorang arif tentang kesunyian hatinya. Sang arif berpesan, “Jika kegersangan hatimu akibat dosa-dosa, maka tinggalkanlah perbuatan dosa itu. Dalam hati kita, tak ada perkara yang lebih pahit daripada kegersangan dosa di atas dosa.”

Maksiat juga akan membuat jarak dengan orang-orang baik. Semakin banyak maksiat yang dilakukan, akan semakin jauh pula jarak kita dengan orang-orang baik. jiwa terasa kesepian, gersang tanpa sentuhan orang-orang baik itu, akan berdampak pada hubungan kita dengan keluarga, istri, anak-anak dan bahkan hati nuraninya sendiri.

Maksiat membuat sulit semua urusan. Jika ketakwaan dapat memudahkan segala urusan, maka kemaksiatan akan mempesulit segala urusan pelakunya. Ketaatan adalah cahaya, sedangkan maksiat adalah kegelapan. Sebenarnya perbuatan baik akan mendatangkan kecerahan dan cahaya pada hati, kekuatan badan dan kecintaan. Sebaliknya, jika perbuatan buruk akan mengundang ketidak ceriaan pada raut muka, kegelapan di dalam kubur dan di hati, kelemahan badan, serta dijauhkan semua rezeki dan kebencian semua makhluk. Jika gemar bermaksiat, semua urusan kita akan menjadi sulit semua makhluk alam semesta membencinya. Air tidak ridho kita minum. Makanan yang kita makan tidak suka. Orang-orang tidak mau berurusan dengan kita karena benci.

Maksiat melemahkan hati dan badan, Kekuatan seorang mukmin terlihat dari kekuatan hatinya. Mampu tidak dia menahan godaan Jika hatinya kuat, maka kuatlah badannya. Tapi pelaku maksiat, meskipun badannya kuat, sesungguhnya dia sangat lemah. Tidak ada kekuatan dalam dirinya.

Maksiat juga akan menghalangi untuk berbuat taat. Orang yang melakukan dosa dan maksiat cenderung untuk tidak taat. Orang yang berbuat masiat seperti orang yang satu kali makan, tetapi mengalami sakit berkepanjangan. Sakit itu menghalanginya dari memakan makanan lain yang lebih baik. Begitulah. Jika kita hobi berbuat masiat, kita akan terhalang untuk berbuat taat. Kalau sudah seperti itu semua larangan Agama akan di lewati begitu saja.

Maksiat memperpendek umur dan menghapus keberkahan. umur manusia dihitung dari masa hidupnya. Padahal, tidak ada kehidupan kecuali jika hidup itu dihabiskan untuk ketaatan, ibadah, cinta, dan dzikir kepada Allah serta mencari keridhaan-Nya. Misal jika usia kita saat ini 40 tahun. Tiga perempatnya diisi dengan perbuatan maksiat. Dalam hitungan keimanan, usia kita tak lebih hanya 10 tahun saja. Yang 30 tahun adalah kesia-siaan dan tidak memberi berkah manfaat sedikitpun. Inilah maksud pendeknya umur pelaku maksiat.

Maksiat mematikan bisikan hati nurani. Maksiat dapat melemahkan hati dari kebaikan. Dan sebaliknya, akan menguatkan kehendak untuk berbuat maksiat yang lain. Maksiat pun dapat memutuskan keinginan hati untuk bertobat. Inilah yang menjadikan penyakit hati paling besar: kita tidak bisa mengendalikan hati kita sendiri. Hati kita menjadi liar mengikuti jejak maksiat ke maksiat yang lain.

Hati kita akan melihat maksiat begitu indah. Tidak ada keburukan sama sekali.Tidak ada lagi rasa malu ketika berbuat maksiat. Jika orang sudah biasa berbuat maksiat, ia tidak lagi memandang perbuatan itu sebagai sesuatu yang buruk. Bahkan, dengan rasa bangga ia menceritakan kepada orang lain dengan detail semua maksiat yang dilakukannya. Dia telah menganggap ringan dosa yang dilakukannya. Padahal dosa itu demikian besar di mata Allah SWT.

Maksiat menimbulkan kehinaan, itu tidak lain adalah akibat perbuatan maksiat sehingga Allah pun menghinakannya.

“Dan barangsiapa yang dihinakan Allah, maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” (Al-Hajj:18).

Sedangkan kemaksiatan itu akan melahirkan kehinadinaan. Karena, kemuliaan itu hanya akan muncul dari ketaatan kepada Allah swt. “Barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu….” (Al-Faathir:10).

Firman Allah yang lain, “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” (Al-Muthaffifiin:14).

Pelaku maksiat mendapat lahknat dari Rasulullah SAW. Mengubah petunjuk jalan, padahal petunjuk jalan itu sangat penting (HR Bukhari); melakukan perbuatan homoseksual (HR Muslim); menyerupai laki-laki bagi wanita dan menyerupai wanita bagi laki-laki; mengadakan praktik suap-manyuap (HR Tarmidzi), dan sebagainya. Karena itu, tinggalkanlah semua itu! Allah SWT. Asalakan mereka mau bertobat dengan sungguh-sungguh dalam berfirmanNYA,

“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman seraya mengucapkan: ‘Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyla-nyala. Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang shalih d iantara bapak-bapak mereka, istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan.” (Al-Mukmin: 7-9)

Maksiat melenyapkan rasa malu. Padahal, malu adalah pangkal kebajikan. Jika rasa malu telah hilang dari diri kita, hilangkah seluruh kebaikan dari diri kita. Rasulullah bersabda, “Malu itu merupakan kebaikan seluruhnya. Jika kamu tidak merasa malu, berbuatlah sesukamu.” (HR. Bukhari)

Yang jelas maksiat yang kita lakukan adalah merupakan bentuk meremehkan Allah. Jika kita melakukan maksiat, disadari atau tidak, rasa untuk mengagungkan Allah perlahan-lahan lenyap dari hati kita. Ketika kita bermaksiat, kita sadari atau tidak, telah menganggap remeh adzab Allah. Kita mengacuhkan bahwa Allah Maha Melihat segala perbuatan kita. Sungguh ini kedurhakaan yang luar biasa! Maksiat memalingkan perhatian Allah atas diri kita. Allah akan membiarkan orang yang terus-menerus berbuat maksiat berteman dengan setan. Allah berfirman,

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Al-Hasyir: 19)

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Asy-Syura: 30)

Maksiat memalingkan diri kita dari sikap istiqamah. Kita hidup di dunia ini sebenarnya bagaikan seorang pedagang. Dan pedagang yang cerdik tentu akan menjual barangnya kepada pembeli yang sanggup membayar dengan harga tinggi. Siapakah yang sanggup membeli diri kita dengan harga tinggi selain Allah? Allah-lah yang mampu membeli diri kita dengan bayaran kehidupan surga yang abadi. Jika seseorang menjual dirinya dengan imbalan kehidupan dunia yang fana, sungguh ia telah tertipu! segala sesuatu yang ada di dunia memang memabukkan dan membuat kita lupa diri. demikian juga maksiat dan kebaikan. alangkah beruntungnya bila kita membiasakan berbuat baik, yang insya Allah akan mendatangkan perbuatan baik lainnya.

Banyak cara agar kita terhindar dari perbuatan yang demikian tergantung niatnya mau berusaha atau tidak ? kalau perbuatan demikian dianggap suatu prestasi akan susah untuk menghindari seolah sudah menjadi candu. Nabi Muhammad SAW sendiri pernah memberikan kiat jitu, agar memperkuat iman dalam dada. Inilah sabda beliau yang sangat terkenal dikalangan orang-orang beriman:

“Tidak (akan) berzina orang yang berzina ketika akan berzina ia beriman. Tidak(akan) mencuri orang yang mecuri ketika akan mencuri ia beriman. Dan tidak (akan) meminum arak ketika akan meminumnya ia beriman.” (Hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Hubungan seksual itu boleh dan halal asalkan dilakukan bersama pasangan yang sah, yang diikat tali pernikahan. Kalau hubungan seks itu dilakukan bersama pasangan tanpa ikatan tali pernikahan, itu disebut zina. Dan inilah yang dilarang, mencoba melanggarnya berarti dia berani merintis jalan masuk neraka kelak di alam akherat. Seperti firman Allah berikut ini:

“Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (untuk membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia dapat (pembalasan) dosanya, akan dilipat-gandakan azab (siksa) untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu dalam keadaan terhina.” (Qur’an surat al-Furqan: 68-69).

Jadi seseorang itu tidaklah akan melakukan zina jika pada waktu akan berzina imannya lebih dominan ketimbang nafsunya. Begitu juga tidak akan mencuri, tidak akan minum arak, tidak akan korupsi, kalau saja ketika akan melakkukan maksiat-maksiat itu imannya sedang kuat-kuatnya (lebih dominant atau sempurna). Lantaran pada saat itu imannya tidak sempurna, tidak kuat, tidak lebih dominan dibanding maksiat yang akan dilakukannya, maka lunturlah perasan takutnya akan dosa yang ada dibalik perbuatan maksiat tersebut. Sehingga begitu mudah dia melakukannya, akhirnya dia menjadi pelaku pelanggaran larangan Allah SWT. Hal ini juga bisa terjadi akibat dari selalu menuruti keinginan hawa nafsu yang lebilh dominant ketimbang iman yang ada di dalam hatinya.

.

Kamis, 25 Maret 2010

Pesona Wanita Berjilbab



Seorang wanita berparas ayu membuat mataku enggan berlalu dari pandangan dengan pakean yang santun, dan langkah yang anggun. Cara berpakaiannya yang menarik jilbab sebagai simbol tanda yang unik. Aku tak terbiasa dengan cinta namun aku bisa merasakan hal yang berbeda saat aku berada di dekatnya aku tak mampu melihat paras kecantikannya. Ini bukan merupakan sebuah pujian atau khayalan hanya sebuah ungkapan tentang apa yang aku lihat di restoran siap saji di daerah kelapa gading Jakarta utara ketika aku makan siang bersama teman-teman sekantorku sungguh lelaki mana yang tahan melihatnya perempuan sempurna yang kulihat di depan mata mungkinkah rasa ini sia-sia.namun aku yakin aku bisa mempertahankannya.

Sudah bukan rahasia lagi kecantikan fisik merupakan salah satu nikmat dari Allah yang dikaruniakan kepada sebagian saudari kita. Misalnya saja, suatu ketika kita diberikan nikmat oleh Allah berupa harta yang sangat berharga. Tentunya kita hati-hati menjaga harta itu, melindunginya dari jamahan orang lain, tidak menghamburkan pada setiap orang, dan hanya mempergunakan di saat yang memang benar-benar tepat. Lalu, bagaimana jika kenikmatan itu berupa kenikmatan fisik, khususnya kecantikan seorang wanita?

Tubuh wanita itu indah. Pria normal pasti akan tergoda. Betapapun hebatnya pria tersebut, dia akan bertekuk lutut dihadapan wanita. Sungguh Allah telah menciptakan kelebihan dan keindahan yang tiada taranya pada hambanya. Terutama pada kaum wanita. Tapi, apakah keindahan dan kemolekan tubuh tersebut harus diperlihatkan kepada semua orang? Bagaimana seorang pria bisa tahan dengan godaan yang diperlihatkan aurat wanita kepadanya, apalagi dengan balutan busana yang minim yang mempertontonkan lekuk tubuhnya. Bukankan sudah banyak bukti pemerkosaan dan pelecehan terhadap wanita yang berawal dari terbukanya aurat. kemudian salahkah pria yang tidak mampu menahan syahwat! Maka Allah sudah memperingatkan yang tertulis di Surat Al-Ahzab ayat 59.

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.”.

Dari ayat tersebut sungguh luar biasa Allah, telah memberikan aturan yang apabila kita cermati, maka aturan tersebut justru akan semakin meningkatkan derajat wanita. Aturan itu adalah bagaimana wanita harus menutupi auratnya lagi-lagi soal busana, seringkali yang dituduh sebagai penyebab ketidakcantikan seorang adalah jilbab. Dengan pakaian yang syar’i, memang bentuk tubuhnya yang langsing tak tampak lagi, mungkin bagi wanita muslim itu tidak masalah tetapi bagi wanita yang hobi memamerkan lekuk tubuhnya akan menjadi ancaman yang serius.

Jilbab tidak Mengurangi Kecantikan

Berjilbab itu cantik di mata Allah, walaupun di mata manusia dianggap kuno tidak modis, apalagi bagi yang gemar mengumbar pandangan dianggap tidak kelihatan cantik. “Dengan berjilbab, saya jadi tetap cantik, kan?” begitulah kiranya komentar yang tepat. Tetapi kadang berjilbab hanya kerena trend tanpa tahu alasan yang sebenarnya hingga berkomentar “Ah..saya ga enak kalau ga pakai jilbab soalnya di tempat sekolah/kerjaku semua pakai jilbab, yah..ikut ajalah...” Kalau sudah berkomentar seperti itu udah salah niat dan berjilbabpun jadi sia-sia. Niat beramal shalih seharusnya dikembalikan ke jalan yang benar. Ingatlah, sabda Nabi, yang artinya:

“Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan sampai kepada Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa yang hijarahnya karena dunia yang ingin diperolehnya, atau wanita yang akan dinikahinya, ia pun akan mendapatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka bagi para wanita janganlah merasa rendah diri dengan memakai jilbab, dan harusnya menjadi suatu kebanggaan karena hanya orang-orang tertentu saja yang bisa berbusana sempurna secara islami. Bandingkan dengan yang hobi pamer tubuh mereka sudah tertutup hatinya dan tidak bisa melihat islam secara utuh.

Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, tapi perempuan yang mengenakan jilbab masih belum banyak, bila dibandingkan perempuan yang berpakaian biasa. Aku salut dan bangga dengan wanita yang sudah mengenakan jilbab dengan baik. Disaat sebagian besar perempuan banyak yang mengatakan belum siap atau menunggu hidayah untuk mengenakan jilbab, masih ada wanita-wanita yang dengan penuh keikhlasan mengenakan jilbab, hebaaat ya. Perempuan berjilbab itu pasti menjadi lebih anggun, lebih bersih, lebih terhormat dan lebih cantik Semua perempuan itu cantik, selanjutnya tergantung bagaimana perempuan itu menghargai kecantikanya. Kalau perempuan sudah menghargai kecantikanya, maka laki-laki juga akan menghargai perempuan dengan baik. Bukan dengan cara memperlihatkan kemolekan tubuhnya di muka umum itu sebagai bentuk kebanggaan, tapi itu suatu bentuk kenistaan.

Sori yah..kalo ada yang tersinggung dengan tulisanku......