Cari Blog Ini

Rabu, 26 Agustus 2015

Ibuku yang Kucintai dan Kusayangi.


Waktu menunjukan hampir jam 00.00 WIB. Sambil melaksanakan kewajibanku dinas malam di salah satu rumah sakit di derah Sentul Bogor, pikiran saya terbayang ke wajah Ibuku yang sedang menderita sakit yang cukup parah. Saya hanya berharap ada keajaiban yang muncul agar Ibuku bisa terbebas dari sakitnya. Mungkin di dunia ini tak ada yang pernah memahami hati dan perasaan seorang Ibu itu seperti apa, kecuali dia seorang perempuan yang pernah melahirkan. 

Di mata saya sosok ibu adalah seseorang yang paling pandai menyembunyikan kegelisahan, keresahan, kepenatan, dan perasaan negatif lainnya dihadapan putra dan putrinya. Karena mungkin naluri seorang Ibu yang begitu adanya, memancarkan rona cinta yang bersemayam kala senang ataupun sedih. Sampai terkadang kesabaran seorang Ibu melampaui garis batas ketika menutupi segala kepahitan dengan menelannya bulat-bulat.

Ibu adalah permadani mata air cinta yang menyemburkan kesejukan meski dalam kemarau sekalipun. Kasih sayang Ibu membentang luas melebihi angkasa raya. Ibu bersinar bak matahari dunia, meresap kehangatan sampai ke pori yang terdalam. Ibu adalah segalanya, merawat dan membesarkan tanpa pamrih sepeserpun. Tak pula meminta air susu yang dulu pernah diberikan untuk kembali lagi.

Ibu adalah bumi untuk surga kehidupan. Menancapkan sari pati kehidupan dengan bahasanya sendiri. Usap lembut tangannya tak akan pernah lekang dan menghilang. Saat bertemu titik nadir kehidupan maka bahasa Ibu lah yang akan berbicara. Naluri seorang Ibu akan senantiasa mendorong anaknya bangkit dari lembah terbawah bumi ini. Ibu adalah kekuatan maha dahsyat.

Sejatinya saya tak cukup faham untuk memahami hati dan perasaan seorang perempuan, sekalipun perempun itu bernama ibuku yang telah melahirkan 43 tahun silam. Ibu terlalu mulia, hampir tak pernah melihat kesedihan terpancar walaupun gamang sedang menerpanya. Ibu adalah terindah, tersenyum sekalipun keadaan memaksanya untuk lara. Tatkala malam menjelang saya suka memimpikan Ibu membawa segelas teh manis yang rutia Ia buat setiap pagi untukku. Tergopoh-gopoh dibuatnya hanya untuk menyenangkan anaknya. Tapi tak apalah, banyak kisah yang menerangkan kehebatan dan kesabaran seorang Ibu. Mencarikan anaknya uang untuk biaya sekolah sampai mengais rejeki dengan berjualan baju keliling desa untuk anaknya bisa meminum segelas susu. Ibu terlalu perkasa sekalipun renta. Energinya masih kalah jauh dengan anak-anaknya, tapi itulah Ibu, senantiasa membumi, menyusui, merangkul segenap cinta tanpa Ia sadari bahwa Ia telah rapuh dan lelah.

Dan untukmu Ibu yang kini sedang jauh dimata dan sedang berjuang agar terbebas dari derita penyakit,.. Anakmu ini selalu sayang dan cinta, mohon maaf tidak bisa selalu menjaga dan mendampingi dikala Engkau berjuang menahan sakit... Semoga Engkau selalu mendapatkan kemudahan dan perlindungan dari Allah SWT...
 

Rabu, 01 Juli 2015

Tradisi Sungkeman di Hari Raya Idul Fitri

Peristiwa Idul Fitri menjadi sebuah hal yang sangat unik bagi bangsa Indonesia. Unik karena tradisi ini tidak dapat ditemukan di negara-negara lain. Karena memang dalam merayakan Idul Fitri ini, antara tardisi dan ritual berjalan berbarengan. Ia bergandengan menjadi satu kesatuan yang memiliki ciri khas tersendiri. Satu sisi, perayaan Idul Fitri atau yang lebih populer dikenal dengan Lebaran, sangat sarat dengan nilai-nilai ibadah yang sakral. Sedangkan pada sisi yang lain, merupakan sebuah kombinasi antara tradisi dan ritual yang dikemas secara dinamis sehingga menimbulkan kesan yang religius.

Salah satu peristiwa yang membuat perayaan Idul Fitri menjadi unik adalah tradisi bersilaturrahim terhadap karib kerabat serta tetangga-tetangga, untuk saling memaafkan atas semua kesalahan sesama. Berbeda dengan di negara asalnya Islam dilahirkan, di sana tidak ada warna-warni tradisi dan ritual yang menjadikan Hari Raya Idul Fitri lebih hidup. Idul Fitri hanya dijalankan apa adanya tanpa ada tradisi silaturrahim. Bahkan, selepas menjalankan salat Idul Fitri, kehidupan di sana berjalan seperti hari-hari biasa.

Di Indonesia, perayaan-perayaan hari-hari besar Islam selalu memiliki cara yang lebih hidup dan bernilai kebudayaan yang sangat dinamis dan bahkan Islamis, saat dikombinasikan dengan tradisi yang berkembang di masyarakat. Karena kelebihan masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan untuk membiasakan atau mentradisikan hal-hal yang dianggapnya baik dan bermanfaat.

Dapat kita bayangkan, untuk menyambut Lebaran saja, ribuan orang yang berada di perantauan seolah memiliki kewajiban untuk pulang ke kampung halaman masing-masing, berkumpul bersama keluarga dan kerabatnya. Para mahasiswa dan pelajar atau para pekerja kantoran serta buruh yang berada di perantauan berbondong-bondong pulang ke kampung tempat kelahiran mereka. Inilah yang kemudian melahirkan tradisi baru yang lebih kita kenal dengan tradisi mudik Lebaran.

Bahkan, jika kita saksikan, tradisi ber-Lebaran itu seolah tidak akan pernah luntur saat dihadapkan dengan kehidupan yang serba modern. Justru kehidupan modern saat ini semakin menghidupkan tradisi yang telah mengakar luas di masyarakat. Bayangkan saja, untuk kehidupan kota Jakarta yang di Indonesia dianggap paling modern sekalipun, tradisi menyambut Lebaran di kampung halaman menjadi sesuatu yang justru memiliki nilai yang sangat vital bagi mereka, terutama yang berasal dari luar Jakarta. Bahkan, tradisi mudik Lebaran selalu mengalami peningkatan yang cukup tinggi dari tahun ke tahun.

Menjadi tontonan yang sangat mengesankan memang, saat kita menyaksikan begitu antusaisnya masyarakat kita memelihara tradisi Lebaran ini. Masyarakat Indonesia memang benar-benar menjadikan Idul Fitri sebagai hari kemenangan. Hari kebahagiaan mewarnai seluruh pelosok Tanah Air, baik yang bertempat tinggal di kota maupun pelosok desa sekalipun. Tidak ada warna ketegangan maupun kekerasan selama hari Lebaran, bahkan yang sedang megalami duka sekali pun harus tenggelam dengan damainya Lebaran. Yang ada kemudian hanyalah tangisan air mata kebahagiaan, saling memaafkan saat bertemu dengan keluarga, terutama bagi keluarga yang telah lama ditinggal merantau.
Tradisi sungkeman yang sudah mengakar ini, ada sebagian orang yang memperanyakan apakah bertentangan dengan ajaran Islam?. Sehingga, terkadang membuat sebagian dari umat Islam Indonesia merasa sangsi untuk ikut serta dalam kegiatan rutinitas tahunan ini. Apalagi jika sudah ditulis papan nama bid’ah di depannya.

Untuk menanggapi persoalan seperti itu, kita tidak usah terlalu pusing memikirkannya. Islam mengajarkan dan bahkan mengajurkan untuk menyuburkan dan menyambung tali silaturrahim bagi para pemeluknya. Islam juga menganjurkan untuk membudayakan tradisi saling memaafkan atas sesama. Dan bahkan Islam juga menganjurkan untuk mengabarkan setiap kebaikan dan kemenangan. Bukankah Idul Fitri merupakan sebuah pertanda kemenangan umat Islam.

Jika kita telisik lebih dalam, tradisi-tradisi yang selalu berkembang sangat hidup di masyarakat ini pada dasarnya tidaklah memiliki nilai-nilai yang bertentangan dengan ajaran Islam. Idul Fitri yang disambung dengan tradisi sungkeman dalam bahasa Jawa memiliki relevansi yang sangat kuat dengan ajaran Islam.

Terutama tentang silaturrahmi yang telah diajarkan Nabi Muhammad, meskipun memang dalam praktiknya di negeri ini seperti terlalu berlebihan. Tetapi, hal itu justru yang membuat tradisi itu sarat makna daripada hari-hari lainnya. Memupuk kebersamaan dan menyambung tali silaturrahim yang dijadikan sebuah tradisi memang akan lebih memiliki kesan. Dan, itu sangat dianjurkan dalam ajaran Islam, apalagi dalam rangka memupuk ukhuwah Islamiyah.

Pentingya menjaga tali silaturrahim atau dalam bahasa kita sebagai tradisi sungkeman, dalam kehidupan bernegara sekarang ini sangatlah penting mengingat kompleksitas kehidupan saat sekarang ini yang terkadang membuat kita jauh dari tuntunan ajaran agama untuk mempertahankan nilai-nilai persatuan umat dalam membangun negara yang berperadaban tinggi, baik peradaban moral maupun ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sungkeman yang dilakukan dengan niat yang baik, dan dengan tatacara yang tidak menyerupai ruku (tidak berlebih-lebihan) sebagai perkara yang dibolehkan adalah pendapat yang menurut saya lebih tepat dan sesuai realita.  Demikian sobat Selamat hari raya lebaran ...  Taqobbalallahu Minna wa Minkum, mohon maaf lahir bathin.

Rabu, 10 Juni 2015

Bulan Ramadhan Bulan Intropeksi

Sobat waktu berjalan begitu cepat, masa setahun tidak terasa. Baru kemaren kita melaksanakan ibadah bulan Ramadhan, kini tinggal beberapa hari lagi bulan itu kembali menghampiri kita. Pergantian hari dan perubahan waktu semakin tidak terasa. Dikira baru sehari atau dua hari, tahu-tahu sudah seminggu. Seminggu berlalu tahu-tahu sudah berganti bulan. Tak terasa sebulan berlalu begitu saja. Hitung punya hitung sudah satu tahun kita lalui. Dari Ramadhan tahun lalu, sampai ke Ramadhan lagi. Semakin cepat saja rasanya waktu berlalu.

Kita kadang lupa, bahwa pergantian hari dan perjalanan waktu ini semakin mengurang jatah usia kita. Bertambah tahun, bertambah pula umur, semakin bertambah dekat saja ke pintu kubur. Dalam masa setahun ini apa yang sudah kita lakukan.? Apa yang sudah kita perbuat untuk kita, untuk orang tua kita, untuk keluarga kita, untuk agama kita, untuk hari esok yang lebih baik, hari yang kekal, hari yang abadi..??

Kita semua pasti paham bahwa yang namanya mati itu pasti. Siapa di dunia ini yang tidak akan mengalami mati ? Semua akan mati. Raja Fir’aun yang pernah mengaku dirinya Tuhan, akhirnya mati juga. Singkatnya kalau ajal sudah tiba, malaikat maut datang menjemput, namanya mati pasti tiba meskipun bersembunyi di lobang semut.

Bulan Ramadhan yang kita jelang ini adalah bulan penuh berkah, bulan tempat menimba pahala dan melebur dosa. Disebut sebagai tempat menimba pahala karena setiap amal kebajikan di bulan Ramadhan oleh Allah dilipat gandakan pahalanya. Memperbanyak infak, sedekah, menyantuni dan menolong anak yatim serta fakir miskin, juga ibadah-ibadah lain, seperti berzikir, membaca Al Quran, sholat sunat dan sebagainya sebagai upaya untuk menambah dan meningkatkan deposito akherat. Maksudnya untuk memberatkan timbangan pahala di akherat kelak. 

Bulan Ramadhan adalah bulan kualitas. Bulan yang berharga. Sebisa mungkin apa yang kita perbuat adalah perbuatan yang berharga. Mulut tidak mengucapkan kecuali kata-kata yang bermanfaat, bermakna, dan berharga. Telinga tidak mendengarkan kecuali yang berharga.apa saja yang kita lakukan harus dengan niat berharga hanya karena Allah..! 

Kita juga harus lebih gigih untuk jujur menilai diri. Kegigihan menilai diri sendiri secara jujur tentu akan memudahkan kita menemukan kekurangan diri untuk kemudian memperbaikinya. Gigih dalam memperbaiki diri sendiri itulah hakikat sebenarnya dalam upaya memperbaiki orang lain.Apalah artinya kita sibuk memperbaiki orang lain sementara kita semakin terpuruk dalam keburukan. 

Bagaimana mungkin seorang anak rajin mengaji kalau orangtuanya malas beribadah. Bagaimana murid mau giat belajar kalau gurunya malah sibuk SMS-an saat mengajar. Bagaimana rakyat mau hidup sederhana kalau para pemimpinnya justru bermewah-mewahan. Kalau kita baik dan bisa menjadi teladan, tanpa diminta pun orang akan mengikuti. Bulan Ramadhan tahun ini harusnya kita manfaatkan betul untuk introspeksi diri. Sehingga di akhir Ramadhan kita keluar menjelma sebagai kupu-kupu yang indah dari sebuah kepompong. Yakni kepompong Ramadhan. 

Selamat Menjalankan ibadah puasa bulan Romadhon ...
.

Kamis, 21 Mei 2015

Ibuku yang Tangguh


Sebulan sekali saya berusaha menelpon Ibuku untuk sekedar mendengar suara beliau dan menanyakan kesehatannya. Yah... sejak pertengahan tahun 2014 kondisi Ibu sudah mulai melemah, saya selalu ingin memanjakan dan merawat Ibuku tetapi apa daya karena jarak yang begitu jauh itu sangat sulit untuk dilakukan. Kadang saya berfikir apakah saya tergolong anak yang tidak berbakti hanya karena tidak bisa menjaga walau cuma 24 jam saja. Sedang pada saat saya kecil dulu, Ibulah yang selalu menjagaku tanpa lelah dan mengeluh.

Sebagai ibu yang mengasuh 6 orang anak yang masig-masing jarak usianya sekitar 2 tahunan, tentulah dapat dibayangkan kerepotanya, terlebih kala kami masih kecil. Kesabaran menghadapi kerewelanku saat saya minta sesuatu. itu hanya bagian kecil dari cerita tentang kesabaran ibu mengasuh kami. Enam anak dengan karakter dan minat yang berbeda-beda yang tentunya masing-masing membutuhkan perhatian dan penanganan yang berbeda pula. Tapi, seingatku, belum pernah sekalipun aku menyaksikan ibu lepas kontrol saat marah pada kami berenam, hingga mengucap kalimat buruk.

Membesarkan 6 orang anak dengan penghasilan dari seorang istri PNS guru SD di sebuah desa kecil yang jauh dari cukup, lain dengan guru sekarang yang gemah ripah loh jinawi. Namun orang tua kami yang berprinsip bahwa warisan terbesar orang tua adalah dengan bekal pendidikan yang cukup. Untuk bisa membiayai hingga pendidikan tinggi untuk 6 orang anak, tak bisa hanya mengandalkan gaji saja, maka  ibu pun mengembangkan jiwa dagang. Tak malu membawa dagangan pakaian keliling dari desa ke desa dengan sepeda onthelnya, bahkan pernah buka warung dirumah hanya sekedar berusaha mencukupi kebutuhan anak-anaknya. Alhamdulillah, kami bisa mewujudkan keinginan beliau, karena kerja keras beliau selalu menjadi pemacu semangat belajar kami agar segera selesai menempuh pendidikan dan memberi kebanggaan penebus kerja keras itu.

Ibu selalu mendoakan kami berenam agar selalu menjadi yang terbaik. Sejak saat kami dilahirkan, Ibu selalu dengan sabar mengajari banyak hal dan berharap anaknya akan sukses kelak di masa depan nanti. Ibu adalah malaikat penjaga, penyanyang dan peduli dari lahir ke dunia yang diutus Allah SWT. Malaikat tersebut akan terus menjaga, mengajarkan dan menyayangi kita hingga akhir hayatnya.

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia. Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada Ibu Bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara kedua atau kedua-dua sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka. Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia"

Sepanjang kehidupan manusia, sosok Ibu memang tidak akan pernah bisa tergantikan dalam kehidupan kita sebagai seorang yang penuh kasih sayang yang memberikan segalanya tanpa balas jasa. Bukan setumpuk emas yang kau harapkan dalam kesuksesan ku, bukan gulungan uang yang kau minta dalam keberhasilanku, bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku, tapi keinginan hatimu membahagiakanku.

Kini Ibu tidak seperti dulu lagi sakit yang dideritanya berakibat pada fisik yang semakin melemah, beliau diwajibkan dokter berobat rawat jalan setiap bulan untuk mengecek kesehatanya. Tidak lagi ada goesan sepeda onthel keliling kampung menjajakan pakainya, tidak ada lagi kuliat Dia memasak sop / sayur asam kesukaanku. Ku hanya selalu berdoa agar beliau selalu sehat dan panjang umur agar saya dapat bercerita tentang kesuksesan hidup saya dan adik-adiku di perantauan. Ku selalu berharap akan selalu ada sujud sungkem dan canda tawa disetiap hari raya Idul fitri.

Ibu,... Kami hanya ingin menjadi sebuah impian untukmu Membopong semua mimpimu dalam pundak kami, Ibu... Jangn benci kami jika kami mmbuatmu menangis... 

Rabu, 08 April 2015

Ibuku Ku Selalu Berdoa..

Kata-Kata Doa
#  Ya Allah, Terimakasih untuk pagi ini. Kami masih bisa berkumpul dengan keluarga kami. Ya Allah, Berikanlah selalu keluarga kami kesehatan…Aamiin
#  Lindungi Ibu Ya Allah . . .Lindungi Ibu dalam lelap tidurnya malam ini, Dan biarkan beliau terbangun dengan wajah cantik dan seyumannya esok pagi, Iringilah setiap langkahnya Ya Allah, Hindarkan beliau dari segala keburukan, Tunjukkan beliau jalan yang lurus, Agar senantiasa berada di jalan Mu Ya Allah . . .Aamiin
#  Ibu, berjuta kisah telah engkau ukir indah menyapa Jiwa. Hanya doa yang mampu ananda haturkan, Semoga Ibu senantiasa dalam LindunganNya, semoga Tuhan mengampuni segala Dosa Ibu. Dosa yang terukir demi hadirkan mimpi ditiap renggekanku
#  Ya Allah . . .Semoga Ibu dan ayah lahir bathinnya selalu tenang, berikan rezekinya berlimpah dan sehat selalu jiwa raganya. Oh Tuhanku,sekali lagi aku memohon dan bersujud dihadapanmu untuk ibu dan ayahku tercinta. Semoga beliau selalu dalam perlindungan-Mu, Ibu dan Ayah selalu bahagia dan diberkati usia panjang. Berikan kemurahan rezeki,kebahagiaan dan kedamaian, selalu arif dan bijaksana dalam membimbing putra-putrinya Menuju kebenaran abadi, Ya Allah Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Sempurna semoga Engkau selalu menerima sujud dan baktiku yang tulus ini mengabulkan harapan dan cita-citaku, untuk selalu berbakti kepada orangtuaku, dalam doa pada-mu kami bersujud semoga kami semua berbahagia . . .Aamiin . . .
#  Ya Allah Ya Tuhan ku . . .Kami mohon kepada-Mu. Selamatkan ayah dan ibu kami, selamatkan dunia akheratnya lindungi kami dari Ilmu dan Amal- amal yang tiada Engkau berkahi….Aamiin . . .
#  Ya Tuhan . . .Sebelum sang waktu merebut senyumnya, jangan biarkan hamba terjatuh dalam angkuhku. hingga jauhkan hati akan rinduku tiada menyapa ia dalam doa-doaku…..Aamiin
#  Ya Allah . . .Dalam doaku ini, Hambamu hanya mengharapkan agar Ibu menerima seluruh berkah dan rahmat-Mu. Berikanlah Ia kesehatan, agar ia bisa terus tersenyum menikmati hidup, Berikanlah Ia keberuntungan dalam hidup ini, agar ia bisa menjalani hidup ini dengan senang, berikanlah Ia kekuatan, agar Ia tetap tegar menghadapi segala cobaan. Berikanlah Ibu kebahagiaan, agar ia merasakan arti kehidupan ini, berikanlah Ia kesabaran, agar dapat bertahan menghadapi emosi nya berikanlah pengharapan Agar ia dapat menggapai yang ia mau, berikanlah kemudahan Agar ia dapat meraih sesuatu tnpa kesusahan . . Kabulkanlah doaku ini Ya Allah, doa yang setiap hari hamba mohonkan padaMU, doa kecil yang tak berarti dibanding sgala jasanya didunia ini. Aamiin . . .
#  Ya Allah . . .Aku tau betapa engkau sangat menyayangi ibuku sehingga Engkau selalu memberikan cobaan Untuk ibu agar ibuku selalu naik tingkat keimanannya Ya Allah . . .Aku sangat yakin, Engkau sangat mencintai ibuku, sehingga Engkau selalu memberikan ketegaran dalam hati nya. Untuk menjalani cobaan- cobaan yang Engkau berikan Ya Allah . . .izinkan aku mencintai ibuku selalu dari segenap jiwa ragaku dan izinkan aku Ya Allah untuk selalu bisa menjaga ibu dan membalas setiap perih, keluh kesahnya hingga setiap tetes susu yang ia berikan padaku, Izinkanlah aku Ya Allah . .Untuk dapat menghapus air mata ibuku dan selalu membuatnya tersenyum bahagia. Aamiin . . .
#  Ibu . . .Kaulah yang kubanggakan. Kaulah tempatku berpijak. Kaulah tempat sandaranku. Kaulah panutanku segalanya bagiku . .Di tangan ibu-lah aku dapat merasakan betapa bahagianya aku. Masih mempunyai orang tua. Betapa senangnya aku melihat ibu tertawa lepas. Betapa hancurnya hatiku ketika melihat ibu menangis. Betapa ibu mengharapkanku menjadi orang yang berhasil Setiap kali ibu menutup telepon dengan berkata ” Belajar yang rajin ! ” Ya Allah . . .Berkatilah ibu ku,curahkanlah rahmat-Mu untuk ibuku. Berkatilah pekerjaannya dan buatlah supaya aku dapat berbakti kepada ibuku dengan sepenuh hatiku. Ya Allah , ke dalam tanganMu kuserahkan keluargaku . . .Aamiin  
#  Ibu . . .Kaulah yang kubanggakan Kaulah tempatku berpijak Kaulah tempat sandaranku Kaulah anutanku segalanya bagiku . .Di tangan ibu-lah aku dapat merasakan betapa bahagianya aku Masih mempunyai orang tua. Betapa senangnya aku melihat ibu tertawa lepas. Betapa hancurnya hatiku ketika melihat ibu menangis. Betapa ibu mengharapkanku menjadi orang yang berhasil. Setiap kali ibu menutup telepon dengan berkata ” Belajar yang rajin ! ” Ya Allah . . .Berkatilah ibu ku,curahkanlah rahmat-Mu untuk ibuku. Berkatilah pekerjaannya dan buatlah supaya aku dapat berbakti kepada ibuku dengan sepenuh hatiku. Ya Allah , ke dalam tanganMu kuserahkan keluargaku . . .Aamiin  
#  Bismillahirrahmanirrahim, Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Istimewakan mereka dengan kesejahteraan-Mu dan keberkahan-Mu. Ya Allah, buatlah aku takut kepada kedua orang tuaku, seperti rasa takut kepada penguasa yang tegas. Buatlah aku berbakti kepada keduanya, sebagaimana kebajikan seorang ibu yang pengasih. Ya Allah, jadikan kekuatanku dan kebaktianku kepada orang tuaku sebagai rasa kasih yang lebih menyenangkan hati daripada tidurnya orang-orang yang mengantuk. Dan lebih terasa segar di dada daripada segarnya minuman orang-orang yang haus sehingga aku bisa mendahulukan keinginan mereka daripada keinginanku sendiri dan mengutamakan keridhaannya daripada keridhaanku sendiri dan menganggap banyak kebaikan mereka kepadaku meskipun itu sedikit dan menganggap sedikit kebaktianku kepada mereka meskipun itu banyak. Ya Allah, rendahkanlah suaraku dihadapan mereka. Hiasilah ucapanku dengan kata manis kepadanya. Lembutkanlah tingkah dan kelakuanku. Isilah hatiku dengan rasa kasih kepadanya. Biarlah aku tetap menyertainya dan merindukannya. Ya Allah, balaslah kebaikan mereka atas pendidikan yang diberikan kepadaku. Berilah ganjaran penghargaan kepada mereka karena telah memuliakanku. Serta peliharalah mereka sebagaimana mereka dahulu memeliharaku di waktu kecil. Ya Allah, berikan ampunan terhadap kesalahan mereka. Janganlah engkau membuatku lupa mengingat kedua orang tuaku di setiap akhir shalatku dan di setiap saat di siang hariku dan di malam hariku. Kabulkanlah, Ya Allah . . .Aamiin . . .
#  Ya Allah . . .Alhamdulillah ibuku dapat tersenyum, ketika ku bilang ibu cantik, ketika ku bilang ibu orang yang paling baik Ya Allah , Pertahankan senyum ibu ku . . .Aamiin . . .
#  Wanita terindah yang menyentuhku, Ialah ibu . . .Luluh hati ketika menatapnya hingga tangispun sirna, Memekarlah senyum kecilku. Ananda teringat ucap kasihmu kala itu “Timang..Timang..Anakku sayang” Ananda tak mengerti alunanmu namun entah mengapa ananda terlelap, Mendengar irama indah yang dilukiskan olehmu dimimpiku . . .Begitu banyak panggilan indah untukmu, namun bagimu . . .dengan mengingat apa yang engkau amanahkan, Ialah makna cahaya kasihmu.
#  Ya Allah,
Terimakasih untuk pagi ini. Kami masih bisa berkumpul dengan keluarga kami. Ya Allah, Berikanlah selalu keluarga kami kesehatan…Aamiin
#  Lindungi Ibu Ya Allah . . .Lindungi Ibu dalam lelap tidurnya malam ini, Dan biarkan beliau terbangun dengan wajah cantik dan seyumannya esok pagi, Iringilah setiap langkahnya Ya Allah, Hindarkan beliau dari segala keburukan, Tunjukkan beliau jalan yang lurus, Agar senantiasa berada di jalan Mu Ya Allah . . .Aamiin . . .

Minggu, 15 Maret 2015

Ibuku yang Terbaring Lemah

Ibuku "Supriyati"
Tubuh terbaring lemas, badan kurus, dikedua tanganya banyak terdapat bercak hitam bekas tusukan jarum infus. Di salah satu ruangan khusus rumah sakit pusat jantung nasional di daerah Jakarta barat. Saya duduk dikursi sebelah tempat tidurnya, sambil menatap dalam wajah Ibuku. Dari wajahnya nampak tersirat kelelahan yang luar biasa akibat sakit berkepanjangan yang tidak tau kapan akan sembuh total seperti sedia kala. Bukan bermaksud tidak percaya dengan penanganan medis oleh dokter dan perawat yang merawat, tetapi kondisi Ibu yang sangat lemah. Tak sadar air mata saya meleleh dan hidung terasa tersumbat, buru-buru saya mengusapnya agar tidak diketahui oleh zuster. Saya berusaha menghilangkan jauh-jauh pikiran buruk, saya hanya ingin Ibu sembuh dan sembuh.

Terbayang kenangan masa lalu ketika Ibuku sehat yang selalu ceria dan periang, dimana saya dimanjakan dari mulai saya kecil hingga saat dewasa seperti sekarang ini, Masih ku ingat senyumnya, candanya dan ketika beliau marahpun selalu ku ingat. Saya sadar betul Dia selalu membimbing dan memberikan yang terbaik buat anak-anaknya agar dikemudian hari anaknya menjadi manusia yang berhasil dan dapat mengangkat derajatnya. Sepanjang kehidupan manusia, sosok Ibu memang tidak akan pernah bisa tergantikan dalam kehidupan kita sebagai seorang yang penuh kasih sayang yang memberikan segalanya tanpa balas jasa.

Ia menjadi guru yang tak minta dibayar, menjadi pembantu yang tak pernah mengeluh, menjadi pengasuh yang paling setia. Sesekali beliau menjadi bidadari yang menyanyikan senandung kidung untuk anak-anaknya. Begitu pula dikeesokan harinya Dia menjelma sebagai penjaga yang tangguh ketika anaknya diganggu atau Dia kadang berlaku seperti kelinci bertingkah lucu demi menghibur anaknya yang sedang rewel.

Tak ada yang dilakukanya di setiap pagi sebelum menyiapkan sarapan anak-anaknya yang akan berangkat ke sekolah. Tak satupun yang paling ditunggu kepulanganya selain suami dan anak-anak tercinta. Serta merta kalimat-kalimat "sudah makan belum?" tak lupa keluar dari bibirnya. Saat baru saja memasuki rumah. Tak peduli meski si kecil yang dulu kerap Ia timang dalam dekapannya itu, sekarang sudah menjadi orang dewasa yang bisa hanya menatap wajahmu oh..Ibuku sayang... Apakah hanya ini yang bisa saya lakukan selain berdoa untuk kesembuhanmu ?.

Hari ketika anaknya yang telah dewasa mampu menganbil keputusan terpenting dalam hidupnya, untuk menentukan jalan hidup bersama orang lain. Siapakah yang paling menangis?. Siapa yang lebih dulu menitikan air mata? Lihatlah disudut matanya telah menjadi samudera air dalam sekejap. Langkah beratnya ikhlas mengantar buah hatinya ke kursi pelaminan. Ia menangis haru melihat anaknya tersenyum bahagia dibalut busana pengantin. Di saat Ia pun sadar, buah hati yang bertahun tahun menjadi kubangan curahan cintanya itu tak lagi hanya miliknya. Ada satu hati yang tertambat, yang dalam harapnya Ia berlirih "masihkah kau anakku?".

Sejak saya kecil Ibu telah mengajarkan arti cinta sebenarnya. Ibulah madrasah cintaku. Ibulah sekolah yang hanya punya satu mata pelajaran yaitu "CINTA". Sekolah yang hanya punya satu guru yaitu "PECINTA" sekolah yang semua muridnya diberi satu nama "ANAKKU TERCINTA".

Hari ini di tempat tidur rumah sakit lantai lima Ibuku terbaring, saya selalu berharap semoga Beliau masih bisa melihat anak-ananku tumbuh dewasa. Saya ingin selalu meminta bimbingan cara mengasuh anakku seperti dulu Ia mengasuh saya. Saya ingin selalu menceritakan keberhasilan kehidupan saya dan ingin selalu mengadu dan meminta nasehatnya.

Semoga lekas sembuh Ibu....

Jumat, 20 Februari 2015

Mengendalikan Prasangka


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Selamat pagi sahabat... semoga kita selalu dalam lindungaNya.

Kita sudah ditakdirkan menjadi makhluk yang disebut Manusia, makhluk yang paling mulia diantara makhluk lain hasil ciptaNya. Makhluk berpikiran dan berperasaan, dalam keadaan normal akal dan hatinya akan bekerja mengolah data yang dilihat, didengar dan dirasakanya sehingga akan melahirkan sikap dan prilaku manusia tersebut. Dari itulah muncul pikiran yang mempenagruhi perasaan juga prasangka. Prasangka adalah sebuah aktivitas akal dan hati berupa timbulnya pikiran atau perasaan tentang orang lain yang tidak didasarkan pada informasi yang benar. Pikiran dan perasaan tersebut hanya berdasarkan perkiraan atau sangkaannya saja, sehingga mungkin benar dan mungkin pula salah. 

Akal dan hati yang jernih akan melahirkan pikiran yang sehat. Karena itu jika kita merasa mudah berprasangka buruk pada orang lain, yang harus kita lakukan adalah memeriksa hati dan akal. Tanyakanlah kepada hati kita, apakah sudah sehat? Diantara sebab-sebab prasangka buruk, kurangnya saling memahami. Tahap terendah interaksi antar personal adalah saling mengenal yang idealnya dilanjutkan pada tahap saling memahami. Jika dua orang sudah benar-benar saling memahami satu sama lain, niscaya prasangka buruk tak akan pernah singgah diantara mereka. Kurangnya saling memahami merupakan salah satu pintu masuknya prasangka buruk. 

Faktor yang mempengaruhi pikiran dan perasaan kita terhadap orang lain adalah informasi yang kita terima tentangnya. Sedikit informasi salah saja sudah membuka peluang masuknya prasangka buruk, apalagi jika informasi salah itu terus ditambah-tambahi akibat budaya rumpi. Prasangka buruk jelas mendatangkan kerugian, baik pelaku maupun objeknya. Orang yang selalu berprasangka buruk, hatinya senantiasa tidak tenang. Jika kemudian Ia menularkan pikiran negatif tersebut pada orang lain, maka akan tercipta sebuah komunitas rumor negatif, sebuah komunitas yang tidak sehat; pertanda macetnya saluran komunikasi dan hilangnya budaya saling menasehati.

Jika dibiarkan layaknya api dalam sekam, yang tidak saja akan membakar obyeknya, tapi juga menghancurkan penyulutnya. Allah SWT menegur dengan keras siapa saja yang gemar memperturutkan hawa nafsunya dengan menyampaikan berita hanya berdasarkan prasangkanya saja. Bagaimana Allah menegur mereka yang menyampaikan berita dusta dalam QS An Nur: 17-19

Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali berbuat yang seperti itu (prasangka buruk) selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman.

Allah juga berfirman dalam surat An Nur ayat 19, betapa pedihnya azab bagi orng yang suka berprasangka buruk. Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Agar prasangka akan menjadi baik adalah selalu berpikir positif tentang diri dan orang lain sehingga akal dan hati selalu jernih. Tepislah segera pikiran dan perasaan yang muncul, apalagi untuk hal-hal kecil yang tidak merugikan orang banyak. Munculkan jawaban positif apabila mulai muncul pertanyaan-pertanyaan yang memungkinkan kita mulai berprasangka buruk. 

Hidup ini bisa menjadi sebuah beban berat, juga bisa menjadi ringan.  Seringkali tergantung pada bagaimana mengelolanya, terutama mengelola hati sebagai sumbunya. Kalau hati dibiarkan menerawang liar dengan prasangka-prasangka buruk, misalnya, maka beban hidup ini akan bertambah berat. Lebih-lebih Rasulullah sallallahu alaihi wasallam telah mengingatkan, hati sangat menentukan perilaku manusia. Dari hati yang buruk akan melahirkan perilaku-perilaku buruk, seumpama memandang atau memperolok-olokkan orang lain sebagai makhluk rendah, tidak bermanfaat, dan sejenisnya.  Padahal di antara hamba-hamba yang terlanjur direndahkan itu, bisa jadi terdapat orang-orang yang sangat dikasihi Allah. Kedudukannya juga lebih mulia dibandingkan dengan anggapan yang mengental dalam hati kita. Sungguh dahsyat dampak lebih lanjut dari prasangka buruk, termasuk lupa terhadap petunjuk-petunjuk hidup sebagaimana terdapat dalam Alquran.  Padahal dalam Alquran sudah diingatkan,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim” (QS. Al-Hujurat: 11). 

Namun jika itu belum juga memuaskan hati kita, cobalah merenungi sikap kita, barangkali ada sikap kita yang membuatnya merasa tidak nyaman. Tapi jika masih ada ganjalan dihati, mungkin kita perlu bicara pada seseorang yang amanah untuk menyimpan rahasia hati kita, dan juga untuk mendapatkan penjelasan yang bijak. Jika tak membuahkan hasil? Bicaralah pada orang yang bersangkutan, ungkapkan pikiran dan perasaan kita dngan cara yang bijak. Bicaralah dengan niat mendapat penjelasan, bukan menghakimi. Jika penjelasannya menggugurkan prasangka negatif kita, jangan sungkan untuk meminta maaf. Sebaliknya jika penjelasan itu membenarkan prasangka kita, jangan lupakan haknya untuk mendapat nasihat dan bimbingan. Kunci dari mengelola prasangka adalah menjaga hati kita, agar senantiasa ingat Allah SWT.

Terimakasih sobat semoga bermanfaat..
Wssalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..