Cari Blog Ini

Selasa, 09 Maret 2010

Celana Cingkrang

Pernahkah anda melihat orang yang memakai celana ngatung/cingkrang diatas mata kaki?. Bagi yang pertama melihatnya mungkin akan bertanya-tanya “itu orang ko’ celananya kaya gitu ga’ pantes banget diliatnya”, dan mungkin juga anda salah satu orang yang tidak suka?. Kalo di pikir secara logika mungkin sangat tidak sedap di lihat terutama di tempat-tempat resmi seperti tempat kerja atau sekolah, bahkan di anggap kurang sopan dan melanggar aturan.

Bercelana cingkrang sudah menjadi resiko dicemooh setiap saat, dengan disebut ‘celana kebanjiran, ga modis, kuno’ dan banyak sebutan lain yang bersifat meledek Namun, pernahkah kita melihat orang-orang yang berpakaian ketat dengan belahan dada terlihat nyembul atau puser bebas terlihat bahkan yang terbaru belahan pantat kelihatan dihinakan seperti ini? Apakah itu bentuk pakaian yang dimaui oleh orang-orang yang membenci bercelana cingkrang. Sudah menjadi hal yang wajar bila Orang yang melaksanakan agama dan ajaran Nabi SAW dengan sungguh-sungguh selalu terhina. Bahkan jika kita lihat, kaum muslimin malah sering mencemooh orang yang ingin berpegang teguh dengan ajaran Islam. Orang yang berjenggot dibilang ‘kambing’. Orang yang celananya cingkrang (di atas mata kaki) dibilang ‘kebanjiran, berpakean tidak sopan dsb.Bahkan orang-orang seperti ini dikatagorikan ke dalam aliran sesat atau yang lebih sadis lagi di golongkan sebagai teroris.

Ingat...! Orang yang mengolok-olok Allah, Rasul-Nya, ayat-ayat-Nya dan syari’at-Nya termasuk dalam kekafiran sperti firman Allah SWT (yang artinya), ”Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah [9] : 65-66).

Dan sepertinya celana cingkrang bukan milik LDII saja karena banyak di jumpai orang laki-laki bercelana cingrang entah itu kebetulan atau memang sengaja. Kenapa kita harus repot mencibir?, mereka juga punya alasan sendiri, tidak sepantasnya mengolok-olok, akan lebih baik lihat diri sendiri seperti apa ?. Beberapa alasan mereka bercelana cingkrang

اِنَّ اللَّذِى يَجُرُّثَوْبَهُ مِنَ الْخُيَلاَءِلاَيَنْظُرُاللهُ إِلَيْهِ يَوُمَ الْقِيَامَةِ

”Sesungguhnya orang yang menurunkan pakaiannya (melewati mata kaki) dengan sombong tidak akan dipandang oleh Alloh di hari Kiamat”(HR. Bukhari-Muslim)

Hadis lain berbunyi,

ثَلاَثٌُ لاَيُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوُمَ الْقِيَامَةِوَلاَيَنْظُرُإِلَيْهِمْ وَلاَيُزَكِّيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌُ أَلِيْمٌُ:اَلْمُسْبِلُ إِزَارَهُ

”Ada tiga golongan yang tidak diajak bicara oleh Alloh pada hari Kiamat nanti, mereka tidak akan dipandang, tidak disucikan dan bagi mereka adzab yang pedih : (yaitu) orang yang isbal (pakaian dibawah mata kaki)…”(HR. Muslim, Ahmad dan Asshabus Sunan dari Abu Dzar Al Ghifari radliyallahu’anhu )

كُّلُّ شَيْءٍِجَاوَزَالْكَعْبَيْنِ مِنَالاْءِزَارِفِى النَّارِ

”Setiap sesuatu yang melewati mata kaki dari pakaian (tempatnya adalah) di neraka” (Shahihul jami’ no. 4532)

مَاتَحْتَ الْكَعْبَيِْنِ مِنَ الاْءِزَارِفَفِي النَّارِ

”Apa saja yang berada di bawah mata kaki dari pakaian (tempatnya) di neraka”(HR. Imam Ahmad, dari ’Aisyah radliyallahu’anha dan Samurah bin Jundub radliyallahu’anhu).

Dari Amru bin As Syarid radliyallahu’anhu berkata Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam kepada seorang laki-laki yang menjulurkan pakaiannya (ke tanah) :

إِرْفَعْ إِزَارَكَ واتَّقُ اللهَ

”Angkatlah pakaianmu dan bertaqwalah kepada Alloh”(HR. Ahmad dan lainnya. Hadist ini sesuai syarat Bukhari-Muslim. Lihat As Shahihah no. 1441)

يَاسُفْيَانَ بْنَ سَهْلٍِ لاَتُسْبِلْ فإِنَّ اللهَ لاَيُحِبّبُ الْمُسْبِلِيْنَ

”Wahai Sufyan bin Sahl jangan kamu melakukan isbal, sebab Alloh tidak menyukai orang-orang yang isbal” (HR. Ibnu Majah, dihasankan Syeikh Al Albany dalam Shahih Ibnu Majah 2876)

Sesungguhnya memanjangkan pakaian (melewati mata kaki) itu merupakan indikasi kesombongan dan merupakan sarana yang membawa kepada kesombongan. Al Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Barri 10/264 berkata :

”Sesungguhnya isbal itu menghendaki dipanjangkanya pakaian, sedangkan memanjangkan pakaian menghendaki adanya kesombongan, sekalipun orang yang memakainya tidak bermaksud demikian”

Perkataan beliau diperkuat oleh riwayat dari Ibnu Umar radliyallahu’anhuma yang dinyatakan secara marfu’ (sampai kepada Nabi shalallahu’alaihi wa sallam ), sabda beliau :

وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الإِْزَارِفَإِنَّ إِسْبَالَ الإِْزَارِمِنَ الْمُخِيْلَةِوَلاَيُحِبُّهَااللهُ

”Dan hindarilah olehmu isbal dalam berpakaian karena sesungguhnya memanjangkan pakaian melewati mata kaki itu termasuk tanda kesombongan”(Hadits Shahih dan lihat As-Shahihah no. 770)

Demikianlah beberapa dalil yang menunjukkan untuk bercelana cingkrang. Itulah yang dijadikan rujukan ilmiah yang seharusnya tiap muslim memahami serta berusaha mengamalkannya. Adakah para pengejek dengan sebutan Celana Cingkrang kebanjiran dsb dari kalangan kaum muslimin diam setelah ini??

Dan Allah SWT mempertegas dengan Sabdanya : “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung” (Al Israa’ 37)

Bagi yang bercelana cingkrang, tidak usah risau, justru bersyukurlah karena bisa melaksanakan perintahNYA. Dan bagi yang gemar mengolok-olok evaluasi diri,, apakah sudah sesuai aturan sebagai seorang Muslim. Dan jangan mengakali dengan jawaban-jawaban mengatasnamakan kesopanan. Coba bandingkan dengan orang-orang yang celana di bawah mata kaki ”ngelembreh” sepertinya juga kurang sedap di lihat, dan apakah mereka bila melaksanakan sholat akan terjaga kesuciannya?, kemana-mana menyeret celananya yang kepanjangan.

Sungguh Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam telah bersabda :”Akan tiba masanya di suatu zaman dimana orang yang bersabar dalam agamanya bagaikan memegang bara api” (HR. Tirmidzi). Dan juga Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Islam dimulai dengan keterasingan dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka beruntunglah orang-orang yang asing (al Ghuroba’)” (HR. Muslim 2/175).

Itulah gambaran betapa kerasnya cobaan orang-orang yang berusaha melaksanakan agamanya dengan benar sesuai sunnah Nabi sampai – sampai beliau mengumpamakan seperti memegang bara api! Memang untuk mendapatkan surga tidaklah mudah. Namun di satu sisi Rasulullah memberi semangat bagi para pengemban sunnahnya dengan keberuntungan yang akan mereka dapatkan.

3 komentar:

  1. Assalamu'alaikum.

    Jazakallah Khairan.

    Salam Ukhuwah Fillah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa’alaikumussalām

      Amin..

      Salam kembali..mas Antoni...

      Hapus
  2. wahai orang yg punya keluhan sakit mah sesak nafas/jantung obat nya ter utama perbaiki otot2 nya / urat yg kurang sem purna kini saya ahlinya urusan otot nya.

    BalasHapus