Cari Blog Ini

Memuat...

Senin, 20 September 2010

Arti Bulan Syawal

.
Setelah kita berlebaran dengan melakukan silahturahmi kesesama saudara, kerabat, teman. Bahkan melakukan perjalanan pulang kampung atau mudik, masih ada amalan yang tidak kalah menariknya, yaitu puasa enam hari yang sering disebut pasa syawalan. Syawal dikatagorikan merupakan bulan kemenangan bagi orang yang berjaya menghayati Ramadhan. Hari kemenangan atau hari raya, itu adalah augerah Allah buat hambaNya yang bersyukur. Orang yang berjaya, akan menerima anugerah dari Allah SWT di akhirat kelak Rasulullah telah bersabda:

”Hendaklah kamu bersungguh-sungguh pada hari raya Fitri ini melakukan sedekah, melakukan segala bentuk kebaikan dan kebajikan seperti melakukan sholat, berzakat, bertasbih, bertahlil karena sesungguhnya hari ini adalah hari yang Allah mengampunkan dosa-dosa kamu dan Allah SWT melihat pada kamu dengan rahmat.”

Hadist lain menjelaskan :

”Apabila tiba hari raya Fitrah, Allah SWT telah mengutuskan para malaikat, maka mereka pun turun di seluruh negeri, di seluruh pelosok dunia. Maka mereka pun berkata: Wahai umat Muhammad hendaklah kamu keluar kepada Tuhan yang Maha Pemurah. Maka apabila mereka umat-umat Muhammad itu keluar kepada tempat solat mereka, lantas Allah SWT berfirman: Hendaklah kamu saksikan wahai para malaikat-Ku. Sesungguhnya Aku telah jadikan pahala mereka itu di atas puasa mereka sebagai keredhaan Ku dan keampunan dari Ku.”

Dari dua hadis ini, dapat mengetahui bahwa anugerah Allah kepada mereka yang berjaya menempuh Ramadhan ialah kedatangan Syawal yang membawa beberapa manfaat di antaranya: mendapat ampunan, do’anya diterima, mendapatkan rahmatNYA dan mendapatkan keridhoan Allah SWT.

Anugerah adalah yang paling besar untuk seseorang mukmin. Apabila mereka mendapat anugerah-anugerah ini dapat dimaknai mereka mendapat jaminan segala amalannya diterima oleh Allah, jaminan kebahagiaan dan keselamatan dunia akhirat dan mendapatkan bantuan Allah di dunia dan di akhirat. Merekalah orang-orang yang bertaqwa.

Orang mukmin menyambut Syawal dengan rasa kesyukuran dan terus melakukan amal ibadah dan amal kebaikan demi mengharap keredhaan Allah. Di antara amalan yang di syariatkan pada bulan Syawal ialah puasa enam hari di bulan Syawal, berpuasa setelah sehari menyambut hari raya. Puasa ini dibolehkan dikerjakan secara berturut-turut enam hari atau tidak asalkan dalam bulan Syawal. Banyak keistimewaannya, sabda Rasulullah :

عن أبي أيوب الأنصارى أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ((من صام رمضان, ثم أتبعه ستا من شوال, كان كصيام الدهر)) [رواه مسلم]


"Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, kemudian diikuti dengan berpuasa enam hari pada bulan Syawal, maka sama dengan telah berpuasa selama satu tahun" (HR. Muslim).

Hadist lain menjelaskan :

عن ثوبان عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ((من صام رمضان, فشهر بعشرة أشهر وصيام ستة أيام بعد الفطر, فذلك تمام صيام السنة)) [رواه أحمد والنسائى وابن ماجه]

Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, maka puasa satu bulan sama dengan puasa sepuluh bulan, ditambah dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka genaplah sama dengan puasa satu tahun" (HR. Ahmad, Nasa'i dan Ibn Majah).

Abu Hurairah berkata: Pahalanya satu tahun, karena setiap hari pahalanya sama dengan puasa sepuluh hari. Tiga puluh hari ramadhan sama dengan tiga ratus hari ditambah enam hari bulan syawal sama dengan enam puluh hari, sehingga jumlah seluruhnya adalah tiga ratus enam puluh hari yakni satu tahun. Hal ini, karena Allah berfirman:

"Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya" (QS. Al-An'am: 160)".

Hadis ini menjadi dasar bagi umat Islam untuk mengamalkan puasa sebanyak enam hari di bulan Syawal setelah menunaikan puasa bulan Ramadhan sebulan penuh. Puasa enam hari ini dapat diartikan bahwa sebagai manusia yang menjadi hamba Allah SWT, alangkah baiknya apabila amalan puasa yang diwajibkan kepada kita di bulan Ramadhan itu kita teruskan juga di bulan Syawal walaupun hanya enam hari. Ini seolah menunjukkan bahwa kita tidak melakukan ibadah puasa semata-mata karena ia menjadi satu kewajiban tetapi karena rasa diri kita sebagai seorang hamba yang benar-benar beriman bersungguh-sungguh untuk taqarrub kepada Allah.

Banyak manfaat puasa bulan syawal diantaranya adalah : puasa enam hari pada bulan Syawal pahalanya sama dengan puasa satu tahun penuh sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas. Dengan puasa enam hari pada bulan Syawal di antara ciri puasa Ramadhannya diterima oleh Allah, karena apabila Allah menerima amal ibadah seseorang, Allah akan memudahkan orang tersebut untuk melakukan amal shaleh lainnya.

Serta puasa enam hari di bulan Syawal di antara cara bersyukur kepada Allah. Orang yang berpuasa Ramadhan berhak mendapatkan ampunan (maghfirah) dari Allah atas segala dosa-dosanya yang telah lalu, dan tidak ada nikmat yang paling berharga selain pengampunan Allah.

Karena itu, mereka yang telah berpuasa Ramadhan patut bersyukur atas nikmat ini, di antaranya dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal. "Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya, hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, dan supaya kamu bersyukur" (QS. Al-Baqarah: 185).

Dan juga Puasa enam hari pada bulan Syawal, menjadi bukti bahwa kebaikan dan amal shaleh tidak berakhir seiring berlalunya Ramadhan, akan tetapi terus berlanjut selama hidup.

Makna Bulan Syawal

Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramdhan, yang diharapkan dari ibadah itu agar meraih derajat taqwa, maka dengan bersambung Bulan Syawal, maka makna itu terasa, ialah agar terjadi peningkatan. Seolah-olah nama bulan ini mengingatkan bagi siapapun, bahwa seharusnya setelah menjadi bertaqwa maka seseorang atau sekelompok orang harus menampakkan diri, ada peningkatan kualitas hidupnya.

Setidak-tidaknya tatkala memasuki Bulan Syawal, ada harapan agar terjadi peningkatan kualitas, ialah kualitas ketaqwaan bagi mereka yang berpuasa. Jika hal itu ingin dilihat secara nyata, maka akhlak orang-orang yang telah berpuasa menjadi meningkat, orang-orang yang berkesusahan menjadi bisa tersenyum, lantaran persoalan mereka terselesaikan oleh karena munculnya banyak orang yang semakin sadar membayar infaq. Sehingga, memasuki Bulan Syawal kehidupan menjadi semakin lebih baik dan damai, karena dihiasi oleh akhlaq yang mulia, kedekatan dengan Allah, dan juga dengan sesama makhluk. Akhirnya Bulan Syawal menjadi bulan yang sangat indah.

Puasa bukan untuk meningkatkan aspek ekonomi atau kekayaan, namun lebih untuk meningkatkan ketaqwaan. Akan tetapi jika ternyata, setelah memasuki bulan Syawal masjid menjadi sepi kembali, rasa syukur, sabar, ikhlas, dan istiqomah tidak juga meningkat, maka boleh saja dikatakan, bahwa puasa tidak mendapatkan apa-apa. Secara ekonomis tidak meningkat, sedangkan spiritual pun juga tidak bertambah. Sehingga kata syawal hanya sebatas nama bulan itu, dan belum memberikan makna apa-apa, termasuk bagi yang berpuasa. Semogalah kita semua, tidak tergolong sebagai orang yang tidak mendapatkan apa-apa itu. Seharusnya jika mungkin, sebagai kaum muslimin, di Bulan Syawal ini, berhasil mendapatkan dua-duanya, yaitu keuntungan ekonomi, maupun juga derajat taqwa…..amin……….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar